Selasa, 18 November 2014

Pembentukan Karakter akan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini bagi Tumbuh Kembang Mereka


Jawabannya adalah saat masi usia dini. Mengapa saya memberikan jawaban yang seperti itu? Itu semua karna Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).
Oleh karna itu, kita sebagai guru harus dapat memanfaatkan masa mas tersebut dengan cara memberikan pendidikan karakter bagi anak didik kita. Guna menentukan keberhasilannya dimasa mendatang. Kadang kita sebagai guru tidak sadar pernah memukul atau memberikan pressure kepada mereka. Akibat dari hal tersebut akan memberikan kesan negatif kepada anak. Contohnya mereka akan minder, rendah diri, takut, tidak bisa mengambil resiko sampai pada akhirnya karakter negatif tersebut dia bawa sampai dewasa. Seperti halnya saja, anak tersebut tidak bisa menjadikannyapublic speaker dikarenakan minder, malu, takut, untuk mengutarakan ide, gagasan yang ada dipikirannya. Nah, ini yang membahayakan karna akan menghambat keberhasilannya di masa depan. Andai saja hal negatif tersebut diganti dengan hal yang positif maka ini semua akan menjadikan tantangan bagi anak tersebut untuk meraih keberhasilannya dimasa depan yang cerah
Dan sekarang, bagaimana sih cara membangun karakter anak sejak usia dini?
Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalahmembangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.
Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik mungkin.
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa. oleh karena itu, setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. pendidikan itu harus disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.
Sebagaimana terlampir dalam Undang – undang No. 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional pasal 28 ayat 2 dan 3 Pendidikan Anak Usia Dini dapat di selenggarakan melalui jalur pendidikan Formal, Non Formal, dan Informal,…
Dan dikhususkan untuk Pendidikan Anak Usia Dini yang dilaksanakan pada jalur Formal sudah terbentuk kelompok bermain. Implementasi dari Undang – undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional di jabarkan kedalam peraturan pemerintah No. 27 tahun 1990, tentang Pendidikan Prasekolah yang menyatakan bahwa Pendidikan Prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan Jasmani dan Rohani dari anak didik di luar lingkungan keluarga anak. Sebelum anak - anak usia dini masuk pada Pendidikan dasar yang pelaksanaannya di selenggarakan pada jalur pendidikan sekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini ( Jalur Formal ),…
Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?
Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif. Sehingga, periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.
Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:
Tujuan pertama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan 
kedua: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar(akademik) di sekolah yang akan ditempuh
Adakah perbedaan pendidikan anak usia dini di sekolah yang berkualitas, dengan anak yang tidak mendapat pendidikan anak usia dini?
jawabannya jelas berbeda. Jika dapat diperumpamakan anak yang mendapatkan pendidikan usia dini disekolah yang berkualitas akan lebih cepat bersosialosasi, beradaptasi, menerima materi, mmberikan ide dan mengembangkan idenya. Sedangkan anak yang tidak mendapatkan pendidikan usia dini dia akan lamban bersosialisasi, beradapasti, menerima materi, dan mengeluarkan idenya. Anak yang mendapatkan pendidikan usia dini seperti halnya mobil yang terisi bensin penuh dan mesinnya yang sudah siap melaju kencang. Sedangkan anak yang tidak mendapatkan pendidikan usia dini, seperti mobil yang bensinnya tidak terisi penuh sehingga mesinnya tidak bisa melaju secara mulus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar