Jumat, 20 Februari 2015

JEFF THE KILLER: VOW OF REVENGE PART 04 (FINAL) – ORIGINAL SERIES

 

1

Janet bak tersambar petir begitu menyadari kenyataan itu. Dr. Gunther adalah ibu Kate dan selama ini ialah yang merawatnya dengan semua keluhannya. Apakah selama ini ia menjerumuskannya? Apa ia juga yang membunuh teman-temannya satu demi satu?

Kristabelle; Janet tahu ia sudah meninggal. Ia tak pernah lagi menerima kabarnya sejak ia meninggalkan St. Xavier’s College.

Anne; ia menemukannya tewas tenggelam di air mancur setelah berseteru dengannya. Namun tubuhnya lenyap begitu Janet kembali memeriksanya dengan Michael.

Trisha; tubuhnya terguling-guling di dalam mesin cuci dengan semua tulangnya patah. Seorang wanita bertopeng berusaha menyerangnya pada saat yang sama. Seperti Anne, mayat Trisha juga lenyap begitu saja.

Emma, sahabat terakhirnya yang terbunuh. Janet menemukannya tertikam dengan golok di dalam kamarnya. Ia tadi memegang golok itu sehingga sidik jarinya menempel di sana, jadi satu-satunya cara untuk membersihkan namanya adalah dengan menemukan pelaku sebenarnya.

Dan pelakunya adalah Dr. Gunther?

Janet sulit mempercayai Dr. Gunther yang selama ini begitu lembut dan perhatian padanya adalah seorang pembunuh sadis. Namun mengingat apa yang telah dilakukan teman-teman Janet kepada putrinya, pasti ia ingin membalas dendam.

Sebuah benda lain menarik perhatiannya. Ada sebuah diari diletakkan di atas meja. Apa ini milik Dr. Gunther?

Perlahan gadis itu membukanya. Ia melihat tanggal dimana Dr. Gunther memulai sesi terapinya.

“Rencanaku mulai berhasil. Janet sama sekali tak tahu apa-apa. Semua teman-temannya sebentar lagi akan lenyap dari dunia ini.”

Dengan bergidik ia membuka lagi halaman lain, waktunya bertepatan dengan kematian pemuda bernama Logan itu.

“Aku terpaksa mendorongnya. Semula aku hanya ingin menakutinya agar ia tak lagi ikut campur. Namun aku tak menyangka tubuhnya akan tertancap di pagar. Aku sama sekali tak berniat membunuhnya. Namun akan sangat berbahaya bagi misiku apabila ia mengetahui kebenaran tentang Kate, putriku, dan menceritakannya pada Janet. Aku tak bisa membiarkannya ...”

Tiba-tiba pintu berdecit terbuka. Janet segera bersembunyi di bawah meja. Sosok bertopeng masuk ke dalam ruangan dengan langkah pelan.

Itu Jeff The Killer. Atau siapapun yang menyamar sebagai dia.

Ia pasti dalam keadaan lengah, pikir Janet. Ia merasa percaya diri. Pembunuh itu pasti tak mengira ia bersembunyi di sana.

Janet meraih ke atas meja, mencoba mencari sesuatu yang bisa ia pakai sebagai senjata. “Sempurna!” bisik Janet pada dirinya sendiri ketika ia menemukan sesuatu yang tajam: sebilah pisau pembuka surat.

Dengan satu serangan, Janet keluar dari belakang meja dan menusukkan pisau itu ke sosok bertopeng di depannya.

Ia tak sempat menghindar dan pisau itu langsung menancap di dadanya.

Janet menusukkan pisau itu lebih dalam sambil menutup matanya. Terdengar suara jeritan wanita dari balik topeng itu.

Janet akhirnya berhasil menjatuhkan wanita bertopeng itu. Setelah merasakannya tak bergerak lagi, ia membuka matanya dan memberanikan dirinya untuk membuka topeng itu.

Wajah Dr. Gunther membelalak dengan darah mengalir dari mulutnya. Ia tak lagi bernyawa.

Janet terduduk sambil menangis. Kini ia aman. Sang pembunuh telah tewas.

Tiba-tiba Michael masuk setelah mendengar jeritan dari dalam kamar itu. Dengan tatapan tak percaya, ia menatap Janet dan mayat Dr. Gunther dengan pisau tertancap di jantungnya.

“Apa yang kau lakukan!” seru Michael dengan panik.

Janet menatapnya dengan wajah sembab, “Kau ... kau juga terlibat dengan semua ini kan?”

“Apa yang kau lakukan, Kate? Kenapa kau membunuh ibumu sendiri!” seru Michael dengan nada marah bercampur kesedihan.

“Apa?” jerit Janet, “Apa maksudmu? Aku Janet! Bukan Kate!”

“Kau Kate! Semua ini ibumu lakukan sebagai terapi untuk membantumu! Untuk menyingkirkan semua teman-teman imajinasimu satu-persatu!”

Janet memegangi kepalanya dengan histeris, “Aku tak mengerti apapun yang kau katakan! Namaku Janet! Aku bukan Kate!”

“Dengarkan aku! Semua nama teman-temanmu sesuai dengan urutan dimana kau katakan mereka dibunuh: Krystabelle, Anne, Trisha, Emma, dan kau, Janet! Huruf pertama nama-nama mereka akan membentuk namamu sendiri KATE J! KATE JOHNSON! Mereka semua adalah kepribadian gandamu!”

Janet merasa seperti tersambar petir. Teman imajinasi? Kepribadian ganda? Maksudnya, mereka semua tak nyata?

“Kau menciptakan teman-teman imajinasimu itu karena kau kesepian. Sejak kecil kau tak punya teman dan selalu dibully, karena itu kau menciptakan mereka berlima. Kemudian segalanya bertambah buruk ketika insiden di pesta dansa SMA. Kau mengalami mental breakdown dan meminum semua pil milik ibumu. Kau berhasil selamat setelah koma beberapa bulan dan akibatnya, kau kehilangan berat badanmu dengan drastis. Pada malam dimana kau mencoba bunuh diri, kepribadianmu sebagai Kate juga ikut mati. Kau kembali sebagai Janet dan mulai mengalami kehidupan normal, namun semuanya berubah dalam satu malam ....”

Tiba-tiba ingatan kembali mengalir ke dalam otak Janet. Kejadian malam itu ...

Saat ia bertemu dengan Jeff The Killer pada malam Halloween.

Saat itu ia menjadi Krystabelle dan pulang dari asramanya di St. Xavier’s College untuk liburan. Ia bersama Jason, pacarmu, melewati kegelapan malam. Kemudian hal itu terjadi.

Mereka berpapasan dengan Jeff The Killer.

Jeff membunuh Jason, namun membiarkannya hidup. Entah mengapa.

Michael kembali menjelaskan, “Karena trauma dengan kejadian itu, otakmu berusaha menghapus pikiran itu. Semenjak kematian Jason, kau mengalami stress berat hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Ya, tempat yang selama ini kau pikir sebagai kampusmu, St. Xavier’s College, adalah New Davenport Asylum, dimana ibumu bekerja sebagai kepala rumah sakit.”

“Namun kemudian ibumu menyadari bahwa kejadian itu juga membunuh salah satu kepribadianmu malam itu, Krystabelle. Ibumu hanya ingin kau menjadi Kate kembali dengan menyingkirkan semua teman-teman imajinasimu. Jadi ibumu melakukan terapi hipnotis ini dengan membuatmu berpikir Jeff The Killer membunuh semua teman imajinasimu satu-persatu. Ibumu juga menanamkan pikiran bahwa teman-temanmu yang telah menyebabkan Kate bunuh diri sehingga kau berpikir mereka pantas mati.”

Janet bergumam ngeri, “A ... aku tak pernah menemukan mayat mereka ... karena mereka tak pernah ada?”

“Ibumu berharap, kau akan kembali sebagai Kate setelah kau berhasil mengatasi mereka. Namun aku sama sekali tak menyangka kau benar-benar mengira ibumu adalah Jeff The Killer dan membunuhnya!”

“Ibu ...” Janet, atau Kate, akhirnya tersadar apa yang telah ia lakukan. Ia mengguncang-guncangkan tubuh ibunya yang berlumuran darah di lantai sambil menangis.

“Ibu ... maafkan aku! Aku ingat semuanya sekarang! IBUUUU!!!!”

“Kate, aku sangat menyesal!” Michael mendekatinya.

“Tidak! Aku bukan Kate! Kate sudah mati! Aku Janet!” jeritnya. “Kenapa? Kenapa ia tak membiarkanku mati saja malam itu? Kenapa Jeff The Killer membiarkanku hidup?”

Michael merasa tak tega memberitahunya, namun mungkin kini ia bisa melihatnya dengan jelas, setelah ia menyadari siapa dirinya.

“Karena ia ingin menjadikanmu pengantinnya, Kate. Kurasa ini pertama kali Jeff jatuh cinta ... dan ia ingin menjadikannya sama sepertinya.”

“Apa maksudmu?”

Michael mengambilkannya cermin dan menghadapnya ke arah wajah Kate.

“TIDAK!!! TIDAAAAAAAAK!!!”

***

 

“Benar-benar tragis apa yang terjadi malam ini.” kata seorang opsir polisi ketika menanyai Michael atas kejadian pagi ini.

Dari kejauhan, Michael bisa melihat Kate dituntun masuk ke sebuah ambulans.

“Apa yang akan terjadi dengannya?”

“Ia akan dibawa ke rumah sakit jiwa di pusat kota.” jawab polisi itu dengan iba.

“Ini bukanlah kesalahannya. Ia hanyalah korban.”

“Ya, korban dari eksperimen Dr. Melissa Gunther, ibunya. Ia memang dikenal sebagai psikiater yang kerap menggunakan cara2 kontroversial untuk merawat pasiennya.”

“Bukan,” kata Michael dengan tegas, “Ini semua adalah kesalahan Jeff The Killer!”

“Jeff The Killer? Anda berkata seolah anda memiliki dendam pribadi dengannya.”

Michael menatap polisi itu, “Jeff telah membunuh orang tua saya dan berusaha membunuh saya.”

Ia menghela napas sejenak sebelum mengungkapkan identitas aslinya.

“Saya Michael Liu, adik dari Jeff The Killer.”

 

EPILOG

Kate masih terduduk di dalam ruangannya. Jaket pengikat putih telah mengungkung kedua tangannya hingga ia tak bisa menggerakkannya.

Kenapa mereka melakukan ini? Bukan ia yang berbahaya! Ada pembunuh yang lebih berbahaya masih berkeliaran di luar sana.

Kate merasa ini semua tak adil.

Ia bukan Kate, sahutnya dalam hati. Kate adalah pengecut. Ia takkan bisa menghadapi Jeff The Killer.

Ia takkan pernah bisa membalas dendam jika ia kembali menjadi dirinya.

Begitu pula teman-temannya yang lain. Kristabelle yang kaya, Anne yang cantik, Trisha yang atletik, serta Emma yang cerdas. Mereka semuanya lemah.

Sudah terbukti bahwa Janet yang paling tangguh.

Karena itu ia akan tetap menjadi dirinya.

Mulutnya tersenyum dengan lebar. Wajahnya cantik ... jauh lebih cantik ketimbang sebelumnya. Ketika Michael menunjukkannya pertama kali, ia sangat terkejut dan ketakutan. Mulutnya telah sobek ke samping dan matanya membelalak, sama seperti Jeff.

Ia telah merusak wajahnya.

Ia telah membuat wajahnya sama sepertinya.

“Hahaha ...” Janet tertawa histeris. Ia bahagia sekarang. Hanya orang seperti Jeff yang bisa mengalahkannya.

Dan kini ia tak berbeda jauh dengan Jeff.

Kini ia bisa memburu dan membunuhnya.

Janet ... tidak, nama itu tak berima dengan Jeff.

Jane.

Ya, itu lebih cocok.

Jane The Killer.

 

THE END

Sabtu, 14 Februari 2015

JEFF THE KILLER: VOW OF REVENGE PART 03 – ORIGINAL SERIES

 

Jeff_The_Killer_Sighting

Janet hendak menjerit saat tangan itu membekap mulutnya, namun ia tak bisa. Ia bahkan tak bisa bernapas. Janet mencoba melawan dan meronta. Pada satu kesempatan, ia berhasil mengigit tangan yang membekapnya. Terdengar jeritan seorang wanita di belakangnya. Dan begitu Janet menengok, ia melihat senyum itu.

Senyum Jeff The Killer.

Janet kembali menjerit dan berlari keluar. Ia tak sempat menoleh ke belakang untuk melihat apa pembunuh itu masih berada di sana.

Tiba-tiba seutas tangan menariknya ke arah dinding.

“AAAAAAA!!!!’ gadis itu menjerit sambil meronta “Jangan bunuh aku! Jangan!”

“Janet! Tenanglah! Ini aku, Michael!!”

Janet menangis sambil memeluk pemuda itu, “Ia ... ia mengejarku!”

“Siapa yang mengejarmu?” pemuda itu berusaha menenangkannya.

“Jeff The Killer.”

“Apa? Mustahil ia di sini!”

“Tak hanya itu. Kurasa ia sudah membunuh Trisha.”

“Trisha? Salah seorang temanmu?”

“Ya ... dia ... aku menemukannya di dalam mesin cuci.”

“Kita harus memeriksanya.”

“Tidak ... tidak ... dia masih di sana!” raut wajah Janet masih sepucat kertas.

“Tak apa. Aku akan ada di sini menjagamu!”

Michael perlahan menuntun Janet ke ruang cuci. Mereka memasuki ruangan.

“Lihat, tak ada seorangpun di sini kan?”

Janet segera berlari ke arah mesin cuci dan ...

Tak ada apapun di sana.

“Ta ... tadi aku melihatnya. Aku bersumpah, Mike! Mayat Trisha ada di sana!”

Lagi2 ini terjadi. Mayat temannya menghilang. Mengapa Jeff The Killer begitu cepat beraksi. Apa ....

Apa dia ada di dalam kampus ini?

Janet mulai menangis.

“Tenanglah, Jan ... Tenanglah ...”

***

Mereka berdua duduk di meja kantin, menunggu pagi.

“Jadi, kau ingin menceritakan sesuatu?”

Janet mengangguk. “Saat aku bilang aku tak kenal Logan, aku berbohong.”

“Jadi kau kenal pemuda itu?”

“Ya, dia suka ... apa itu istilahnya, stalking?”

“Ia sering mengikutimu? Kau sudah melaporkannya ke Dr. Gunther?”

Ia menggeleng, “Tidak! Belum. Kurasa ia tak berbahaya. Ia hanya sangat terobsesi dengan Jeff The Killer.”

“Apa hubungannya denganmu?”

Janet menghela napas, memulai ceritanya, “Ia pasti sudah menceritakan padamu kan tentang teori bahwa Jeff The Killer adalah creepypasta? Ia menunjukkan gambar seorang gadis bernama Kate Johnson yang ia percayai fotonya telah di-photoshopped menjadi meme Jeff The Killer. Masalahnya, aku mengenali gadis itu.”

“Apa?”

“Gadis itu memang Kate Johnson. Aku dan empat temanku pergi satu sekolah dengannya, bahkan kami satu angkatan. Kemudian saat pesta prom dance kelulusan angkatan kami, keempat temanku memutuskan untuk mengerjainya. Hanya Krystabelle, Emma, Trisha, dan Anne yang terlibat dengan hal ini. Aku sama sekali tak tahu menahu. Tapi mereka memanfaatkanku untuk mengajak Kate ke pesta, agar ia tidak curiga.”

“Apa yang mereka lakukan padanya?”

“Mereka mengangkatnya sebagai homecoming queen. Gelar itu hanya diberikan pada gadis paling cantik dan populer dalam satu angkatan. Jadi semua orang di pesta itu mengetahui bahwa itu adalah lelucon. Terkecuali Kate, ia benar-benar bahagia, sebab selama SMA ia hanya diolok-olok dan dibully. Kemudian di atas panggung ...”

Janet merasa tak kuat untuk meneruskan ceritanya, namun ia tetap melanjutkan, “ ... mereka melakukan hal yang mengerikan. Saat Kate membuka kado yang diperuntukkan bagi pemenang homecoming queen, ia melihat kepala babi. Ya, mereka membungkus potongan kepala babi sebagai kado. Kemudian mereka menumpahkan seember penuh darah babi ke atasnya, sambil mengatakan bahwa ‘babi’ sepertinya tak pantas menjadi ratu pesta dansa.”

“Astaga ...”

“Hal yang lebih mengerikan terjadi keesokannya. Tubuhnya ditemukan tak bernyawa di kamarnya. Kate telah memutuskan untuk bunuh diri karena tak sanggup menanggung penghinaan yang kami lakukan.”

“Tapi itu bukan salahmu ...”

Janet menggeleng, “Seharusnya aku menyadarinya sejak awal. Aku tahu sekali tabiat teman-temanku. Dan aku selalu menganggap Kate dan Jeff The Killer memiliki hubungan.”

“Apa? Apa hubungannya?“

“Jeff The Killer ... dulunya ia berubah menjadi pembunuh karena dibully juga kan? Aku pikir ... aku pikir Kate telah berubah menjadi pembunuh juga. Sama dengan Jeff.”

“Apa? Jeff The Killer versi perempuan maksudmu?”

“Seseorang membekapku tadi saat aku menemukan mayat Trisha. Ia seorang perempuan, Mike! Itu pasti Kate. Ia menyamar menjadi Jeff, supaya ia yang disalahkan atas kejadian ini! Tapi aku tahu ... aku tahu itu dia!”

“Tapi kau sendiri yang bilang ia sudah meninggal karena bunuh diri?”

“Enntahlah, aku tak tahu ... mungkin ia belum mati dan mengubah penampilannya ...”

“Janet, kau melantur hingga kemana-mana. Mustahil hal seperti itu terjadi! Bagaimana jika kau kembali ke kamarmu dan beristirahat? Kau membutuhkan tidur.”

“Namun, bagaimana dengan mayat Trisha?”

“Tak ada apapun di sana kan, kau melihatnya sendiri. Aku akan mengurusnya dan memberitahu Dr. Gunther. Ia yang bertanggung jawab di sini. Sekarang kembalilah tidur.”

Janet bangkit dari kursinya, menuruti nasehat Michael. Sementara itu Michael mengangkat teleponnya, hendak berbicara dengan Dr. Gunther.

Janet kemudian berjalan menuju pintu, membelakangi Michael yang masih duduk di kursinya. Sejenak ia menghentikan langkahnya. Ia belum berterima kasih pada Michael atas segala bantuannya. Ia selalu ada untuknya setiap Janet membutuhkannya.

Janet berbalik, namun tubuhnya membeku ketika mendengar percakapan Michael di dalam telepon.

“Ya ... dia melihat mayat Trisha ... jangan khawatir, aku akan membereskannya ...”

Tubuh Janet berubah dingin.

***

Michael. Selama ini dia pelakunya! Karena itu ia selalu saja bertemu dengannya di tiap TKP.

Janet segera berbalik dan lari, namun itu membuat Michael menyadari bahwa gadis itu masih ada di belakangnya dan kemungkinan besar mendengar percakapannya.

“Janet! Tunggu! Aku bisa menjelaskannya!” panggil Michael.

Namun Janet sama sekali tak menoleh ke belakang. Ia terus berlari dan berlari, menuju ke kamarnya. Sebentar lagi para mahasiswa yang tinggal di asrama akan terbangun dan ia akan aman. Ia hanya perlu sampai ke kamarnya dan memperingatkan Emma.

Ia akhirnya sampai di pintu kamarnya dan membukanya dengan tergesa-gesa.

“Emma! Emma! Bangun! Ada pembunuh di kampus ini!”

Janet hendak membangunkan temannya, namun ia menjerit. Tubuh Emma tergeletak di atas ranjang. Seprainya berlumuran darah. Tubuhnya tertelungkup, namun Janet tahu ia sudah meninggal. Sebilah golok menancap di punggungnya.

Janet menjerit sekeras mungkin. Secara regfleks ia mencoba mencabut golok itu dari punggung Emma. Darah gadis itu menyembur ke tubuh Janet ketika ia mencabut golok itu. Namun begitu sadar tangannya mengenggam pegangan golok, ia langsung melemparkannya. Betapa bodohnya aku, pikir janet. Sidik jarinya baru saja menempel pada golok itu. Ia bisa dituduh sebagai pelakunya!

Ia segera berlari keluar, begitu pula para penghuni asrama yang lainnya yang terbangun karena jeritan Janet. Namun mereka justru berteriak begitu melihat Janet. Beberapa orang bahkan berusaha menangkapnya.

“Apa? Apa yang kalian lakukan?” Janet kemudian menyadari bahwa ia kini berlumuran darah Emma.

“Tidak! Bukan aku pembunuhnya!”

Janet berusaha melarikan diri lagi, kali ini menuju ke ruangan Dr. Gunther. Hanya ia yang bisa membantunya sekarang.

Ia masuk ke dalam kantor Dr. Gunther dan menutup rapat pintunya. Ia mendengar seseorang berteriak-teriak di lorong supaya menangkapnya, namun Janet merasa mereka takkan menduga ia akan pergi ke ruangan Dr. Gunther.

Janet mengendap-endap ke ruangan Dr. Gunther. Ruangan itu sedikit terang karena cahaya dari luar ruangan. Dr. Gunther pasti bahkan belum bangun pagi-pagi begini. Ah bodoh sekali, pikirnya.

Ia mendengar suara beberapa orang berlari-lari di luar. Mereka masih berusaha mengejarnya, jadi Janet memutuskan tetap bersembunyi di ruangan ini.

Janet kemudian melihat sebuah file di atas meja Dr. Gunther. Sebuah kliping. Aneh, ia belum pernah melihatnya sebelumnya di ruangan Dr. Gunther.

Rasa keingintahuan menguasai hati Janet, jadi ia membukanya.

Kliping itu berisi potongan2 berita tentang Jeff The Killer.

Mulai dari pembunuhan yang terjadi di pesta ulang tahun seorang anak yang menewaskan dua anak pembully. Akibat dari insiden itu, Jeff kehilangan wajahnya akibat terbakar. Kemudian berita berikutnya meliput kematian kedua orang tua Jeff. Satu-satunya korban dari tragedi malam tersebut adalah Liu, adik Jeff. Pelaku semua pembunuhan itu adalah Jeff sendiri, karena sang ibu menginginkan dokter untuk meng-euthanasia anaknya.

Pembunuhan demi pembunuhan bergulir sejak kejadian malam itu. Korban Jeff terus berjatuhan, kebanyakan adalah anak muda. Berita dari setiap korban Jeff dan hasil penyelidikannya, semua ada di sana .... tak ada yang terlewatkan. Bahkan pembunuhan-pembunuhan copy-cat yang terjadi di New Davenport High. Kliping itu juga memiliki cerita Jeff The Killer dari internet, bahkan yang bersifat fiktif seperti creeypasta dan foto2 Jeff dari berbagai sumber.

Janet mulai gemetar begitu menyadari sesuatu.

Dr. Gunther begitu terobsesi dengan Jeff The Killer.

Namun matanya membelalak melihat satu2nya berita yang tak berhubungan dengan Jeff The Killer di kliping itu.

Berita itu bertajuk, “Kisah Tragis Sang Homecoming Queen”

Di bawahnya terdapat gambar Kate Johnson.

Seorang gadis bernama Kate Johnson (18) ditemukan dalam kondisi kritis tadi malam setelah meminum racun sebagai usaha bunuh dirinya setelah diolok-olok di pesta dansa sekolahnya. Menurut sumber, Kate diangkat menjadi homecoming queen sebagai bentuk bullying oleh siswa-siswa seangkatannya. Sang gadis dikenal menjadi sasaran karena berat badannya. Kondisi Kate hingga berita ini diturunkan masih dalam kondisi koma di rumah sakit pusat.

Kate Johnson merupakan putri dari psikolog terkenal Dr. Melissa Johnson yang setelah perceraiannya kini membuka praktek dengan menggunakan nama aslinya, Dr. Melissa Gunther.

Jantung Janet terasa berhenti berdetak.

Dr. Gunther adalah ibu Kate?

 

TO BE CONTINUED

Jumat, 13 Februari 2015

How to Choose The Right Indonesia


People like travel, like a lot. Do you always love the feeling, the joy after travelling? Getting to know new people, experience and local food taste. It changes us, usually. But, you will not get them all if you choose the wrongIndonesia travel companies



Why we think it is important? Well, when you choose a wrong travel companies, it cant be deniable that they will not give you like what you expected before. After asking some people, these are tips that we think will be important in choosing the right Indonesia travel companies.

Subscribe Newsletter

A good travel companies at least have their own websites with newsletter that you can subscribe on. Then, you will get the best and newest offer that the company offer to their user. There are some trusted Indonesia travel companies that use this kind of promotion way. Then, you only have to choose, which one is suitable for you.


Price

We will insist here that the cheapest price is not always the best options for your holiday. How if the price come with the
low facilities also? When you find an offer with very low price, you have to be careful. It may be scam or there is additional fee that you have to pay but no included in the campaign. Look also if the low price travel fee is including standard facilities such as breakfast, numbers of activities or else.


Insurance

No one can predict what will happen tomorrow. For this reason, better if your travel company to-be offer you insurance in the travel package. This will make you feel secure during the holiday. This is also the sign that the travel company is reliable and trustworthy. Remember this, price can come after your safety. You have to think seriously about your safety wherever you are.


Review and Reference

It is also better if you choose travel company that is suggested by your nearest people, like friends or family. When people suggest you a certain company, it shows that the company serve them well. That is why, friends or family want you to also feel satisfied with the service, just like what they experienced. Also, if you have some Indonesia travel companies name, you can search for reviews in the internet. Read the testimonies the earlier user wrote in the blogs or websites.

Well, we suggest you to use Indonesia travel companies based. This will ease you in communication and procedure. After all, if there is any complaint, you can go directly to them right?

Jumat, 06 Februari 2015

JEFF THE KILLER: VOW OF REVENGE PART 02 – ORIGINAL SERIES

 

images 

“Jadi sejak kapan kau melihatnya?”

Janet kini sedang duduk di ruangan Dr. Gunther. Ia merasa nyaman di sini. Ruangan itu dipenuhi buku2 sehingga lebih mirip sebagai sebuah perpustakaan ketimbang kantor seorang profesor.

“Sejak beberapa hari ini. Apa mungkin ini karena stress akibat belajar?” jawab Janet.

Dr. Gunther tak menjawab, “Dan apa pendapat teman-temanmu mengenai hal ini.”

“Baru Emma yang tahu. Aku tak mau menceritakannya pada yang lainnya. Saya sudah menceritakan pada mereka kan bisa sejahat apa mereka?”

“Ya, saya sudah tahu. Kasus bullying itu.”

“Sejak itu baru saya tahu bisa sejahat apa mereka. Benar-benar gadis yang malang.”

“Kalau begitu mengapa kamu masih berteman dengan mereka, Janet?”

Gadis itu menghela napas, “Walaupun mereka seperti itu, tetap saja mereka adalah sahabat-sahabat saya sejak kecil, Dok. Meninnggalkan mereka seperti membuang sebagian dari diri saya, anda tahu?”

“Ya, saya tahu benar.” ucap Dr. Gunther sambil berpikir. “Kalau begitu saya akan melakukan sebuah terapi untuk membantumu.”

“Terapi? Terapi semacam apa?”

Dr. Gunther tersenyum, “Tenanglah. Kau akan jauh lebih baik berkat terapi ini.”

***

Janet keluar dari gedung dimana kantor Dr. Gunther berada dan merasa seseorang mengikutinya. Ia menoleh, namun tak ada siapapun di sana.

Ia membalikkan badan kembali ke depan dan melihat sesosok pria menghadangnya.

“AAAAAAAA!!!” gadis itu menjerit dan menjatuhkan semua buku yang ia bawa.

“Nona, tenanglah! Saya tidak bermaksud jahat!” Michael berkata.

Janet memandang pemuda itu. Ia menunduk begitu menyadari buku-bukunya berhamburan di tanah dan membungkuk untuk mengambilinya.

Michael membantunya memungutinya, “Buku-buku ini ...”

“Itu buku kuliahku.”

“Oh ya? Kau mengambil jurusan apa?”

“Psikologi.”

Michael tertawa, “Oh ya? Kurasa kita mengambil kelas yang sama. Namaku Michael.”

“A ... aku Janet.” Janet kemudian berdiri dan heran melihat kerumunan orang di pagar. “Ada apa itu?’

“Ehm, aku rasa kau tak ingin melihatnya.” pemuda itu berusaha menghalangi, namun gadis itu berlari ke arah kerumunan itu.

Beberapa polisi sudah memasang tali pengaman kuning di sekitar TKP, namun belum bisa menurunkan mayat Logan yang tertusuk di atas pagar.

Gadis itu menjerit perlahan begitu melihat mayat itu. Tanpa sadar ia memeluk Michael yang ada di sampingnya.

“Si ... siapa dia?”

“Dia ... ehm, tinggal di sini juga. Namanya Logan. Kau tak mengenalnya?”

“Ku ... kurasa dia mengambil jurusan lain.”

“HEI!” terdengar bentakan seorang polisi, “SURUH DIA MENJAUH DARI SITU!!!”

“Ma... maaf!” ujar Michael. Ia lalu menarik gadis itu menjauh.

“Mengapa mereka begitu kasar.”

“Sudahlah, jangan dipikirkan.” Kata Michael sambil mengajak gadis itu berjalan masuk kembali ke gedung.

“A ... apa yang terjadi dengan pemuda itu? Mengerikan sekali.”

“Kurasa ia terjatuh dari lantai dua. Kecelakaan.”

“Janet! Dari mana saja kamu?” seru Anne sambil menghampirinya.

“Maaf, aku baru saja dari kantor Dr. Gunther.”

“Well, well ... “ Anne melirik pemuda yang bersamanya sambil tersenyum genit, “Siapa cowok ganteng ini?”

“Ehm, namanya Michael,” jawab Janet.

“Hai, Michael.” Anne mengulurkan tangannya, “Namaku Anne. Kau pasti mahasiswa baru di sini. Aku pasti ingat jika pernah melihat pemuda setampan kau.”

Michael dengan bingung menatap wajah Janet.

“Ehm ... kurasa aku harus pergi sekarang. Kita bertemu nanti di kelas, Janet.” katanya dengan canggung.

“Apa dia pacar barumu?” Anne menggoda Janet begitu pemuda itu pergi.

“Bukan!” jawab Janet. “Aku baru saja berkenalan dengannya.”

“Jikalau dia pacarmu pun,” bisik Anne pelan, “itu bukanlah masalah untukku.”

***

“Terima kasih atas kedatanganmu ke sini. Aku sangat menghargainya.” ucap Dr. Gunther sambil menyalami Michael.

“Sama-sama, dokter.” kata Michael dengan hangat, “Saya hanya merasa ini tanggung jawab saya untuk datang ke sini.”

“Jadi, polisi belum bisa menangkap Jeff The Killer?” kata Dr. Gunther sambil duduk.

“Saya ragu dia masih hidup sejak jatuh dari Devil’s Rock.” jawab Michael sambil duduk di kursi di depan meja Dr. Gunther. “Saya mendengar sebuah teori yang menarik dari seseorang di sini bahwa Jeff The Killer hanyalah sebuah creepypasta. Mungkin saja semua pembunuhan yang dituduhkan kepadanya adalah aksi2 kriminal acak yang dilakukan orang lain.”

“Aku tahu apa yang kau pikirkan. Kau berharap Jeff bukan pelaku pembunuhan-pembunuhan itu. Namun kenyataannya tidak. Dan aku yakin, seseorang yang kau maksud itu kebetulan sekali adalah Logan, pemuda yang baru saja meninggal itu?”

“Ya, malang sekali bukan?”

Michael kembali berpikir. Ia menengok ke samping dan hampir terjatuh dari kursi ketika mellihat sebuah topeng di sana.

Topeng Jeff The Killer.

“Itu ... itu ... dimana anda mendapatkannya?”

“Oh, maaf jika itu membuatmu takut,” kata Dr. Gunther sambil menyembunyikan topeng itu, “Aku mendapatkannya sebagai suvenir dari kota.”

“Mereka menjualnya sebagai suvenir turis? Setelah apa yang ia lakukan pada mereka?”

“Kau harus mengakui, New Davenport terkenal berkat Jeff The Killer. Jadi setelah Jeff The Killer meninggal, kurasa itu sah-sah saja.”

“Meninggal? Mayatnya belum ditemukan. Mengapa mereka bisa setenang itu?’

“Tenanglah, Michael.” kata Dr. Gunther. “Aku tahu apa yang Jeff The Killer lakukan pada keluargamu, tapi ...”

“Buang topeng itu, Dok! Buang! Saya tak ingin melihatnya lagi!”

***

“Apa? Kau akan kencan malam ini?” seru Emma dengan perasaan bercampur aduk, antara senang dan terkejut.

“Ya,” jawab Janet dengan wajah sambil sambil membenamkan kepalanya di atas bantal, “Kami bertabrakan pagi ini dan ternyata dia menyelipkan sebuah surat di antara buku-bukuku. Ia mengajakku bertemu di taman.”

“Taman yang ada air mancur di tengahnya itu?”

“Ya dan dia mengungkap perasaannya kepadaku. Ia bahkan mengajakku keluar nanti malam.”

“Wow, itu cepat sekali. Siapa namanya?”

“Michael. Kurasa ia anak baru.”

“Well, kurasa kau harus agak berhati-hati kepadanya. Baru sehari di sini, ia sudah mengajak seorang gadis berkencan.” Trisha tiba2 muncul, jelas ia menguping pembicaraan mereka berdua tadi. “Jika bukan playboy, mungkin ia seorang stalker dan mengincarmu.”

“Jangan bicara aneh2, Trish.” kata Emma. Namun Janet tak begitu mempedulikan perkataan temannya itu.

***

Michael segera membuka pintu begitu mendengar ada ketukan. “Hai, Jan ...”

Perkataannya terhenti ketika melihat seorang gadis berada di depan pintu. Ia sangat cantik, namun tak berpenampilan seperti Janet.

“Hai Mike.” Sapanya dengan riang, “Ini aku Anne, ingat kan?”

“Anne? Dimana Janet?”

“Ia sedang sakit malam ini. Namun ia memintaku datang menggantikannya. Ayo, kita pergi ...”

***

Janet menangis di atas bantalnya begitu Anne datang, pulang dari kencannya. Emma berusaha menenangkannya.

“Kau jahat! Kenapa kau tega melakukan itu, Anne!”

Anne tertawa, “Siapa yang duluan akan menang, Sayang. Lagipula ia tampak tak keberatan aku menggantikanmu.”

“Anne, kau mencuri kencannya! Tega-teganya kau!” Emma berusaha membela temannya itu.

“Bukankah kita sering melakukan ini saat SMA. Jangan begitu sakit hati. Toh, kalian baru kenal sehari kan?” Anne dengan santai menjatuhkan tasnya ke atas kasur dan masuk ke kamar mandi.

“AAAAAAAA!!!” terdengar jeritan Anne dari dalam kamar mandi. Dengan marah, ia keluar dari kamar mandi dan menunjuk Janet.

“Tega-teganya kau melakukan ini!” jeritnya.

“Apa maksudmu?”

“Ini! Ini pasti perbuatanmu kan?”

Janet mengusap air matanya dan bersama Emma menghampiri kamar mandi.

Janet nyaris menjerit melihat tulisan merah di kaca bertuliskan, “MATILAH!”

Pertama Janet mengira tulisan itu dilukis menggunakan darah namun setelah memeriksanya, itu dari lipstik merah.

“A ... aku tak melakukannya ...”

“Jangan bohong! Kau pasti kesal kan gara2 aku mencuri kencanmu!” Anne tampak sangat marah.

“Ada apa ini? Kenapa kalian ribut2?” Trisha masuk ke kamar dengan kebingungan.

“Ayo, Trish!” Anne segera menggandeng tangan Trisha, “Kita tidur di kamar lain saja. Aku yakin masih ada banyak kamar kosong di asrama ini.”

Emma menatap Janet, “Apa kau yang melakukan ini?”

“Tentu tidak!” bantah Janet. “Kau kan bersamaku seharian.”

“Tapi hanya ada kita berempat di kamar ini, Jan! Tak mungkin ada orang lain yang bisa melakukannya. Aku tahu kau marah, tapi ini sudah bernada ancaman ...”

“Sudah kubilang bukan aku pelakunya!” jerit Janet histeris. Kini bahkan sahabatnya sendiri tidak mempercayainya.

***

Janet berlari di tengah taman. Hari mulai gerimis dan ia sudah telat untuk kuliah. Bahkan sudah tak terlihat satu orangpun mahasiswa berkeliaran di sana. Mungkin semuanya sudah masuk ke kelas.

Pintu gedung sudah terlihat di belakang air mancur yang menghiasi bagian tengah taman. Namun Janet melihat ada yang aneh.

Ada sepatu tergeletak di bawah air mancur. Sebuah sepatu high heels. Dari kejauhan pun, Janet bisa mengenalinya sebagai milik Anne.

“Anne?” panggil Janet, “Kau di sini?”

Janet berjalan pelan sambil menutupi kepalanya dengan buku agar tidak basah. Entah mengapa, ia merasa ada kehadiran orang lain di sini.

“Anne?”

Dan saat mendekati air terjun, ia melihat sesuatu. Seutas kaki mencuat dari balik air terjun. Kaki seorang wanita.

“Astaga! Anne!” ketakutan Janet menjadi nyata. Begitu mendekatinya, ia bisa melihat tubuh seorang gadis terbenam di dalam air terjun. Rambutnya mengambang di atas permukaan air, sementara kepalanya terendam dalam air. Tak lagi bernapas.

“Anne! Tidaaaak!” Janet menjerit dan segera berlari masuk ke dalam gedung, mencari pertolongan.

“Tolong aku! Tolog aku!” suaranya bergema di koridor, namun tak ada seorangpun keluar membantunya.

Tiba-tiba pintu di dekatnya mengayun terbuka dan seorang pria keluar. Janet hampir bertabrakan dengannya.

“Janet! Ada apa? Mengapa kau menjerit-jerit seperti itu?”

Janet mengenali suara Michael.

“Mike, tolong aku! Aku ... aku menemukan mayat Anne ...”

“Anne?”

“Ya, ia sudah tewas. Tubuhnya ada di dalam air mancur. Kau ... kau harus menolongku ...”

Janet segera menarik Michael keluar, ke arah taman. Namun ....

“Tak ada apapun di sana, Janet!”

Janet terpaku. Michael benar, tak ada apapun di dalam air mancur. Bahkan, sepatu yang tadi ia lihat juga sudah lenyap.

“Ta ... tapi aku tadi melihatnya di sana. Mungkin, pembunuhnya sudah menyingkirkannya ...”

“Janet, itu tidak mungkin ....”

“Michael! Kau harus mempercayaiku!” tubuhnya gemetar.

“Janet, kau harus menenangkan dirimu!” Michael menggenggam tangan Janet. Gadis itu menatapnya.

“Maafkan aku pergi dengannya malam itu. Aku tak punya pilihan lain. Sebenarnya aku ingin pergi denganmu malam itu, namun justru Anne yang datang, dan aku tak enak mengusirnya. Tapi percayalah, aku tak merasakan apapun terhadapnya.”

“Tapi ... tapi aku sungguh melihatnya, Mike ...” gadis itu mulai menangis.

“Mari sekarang kita temui Dr. Gunther.”

“TIDAAAK! AKU TIDAK GILA!!!” Janet menjerit dan melarikan diri dari pemuda itu.

“Janet, tunggu!!!”

***

Emma dan Janet terduduk di dalam kamar. Anne tak kembali ke kamar mereka sejak kemarin. Mereka telah memberitahukan perihal menghilangnya Anne kepada Dr. Gunther dan ia berjanji akan menyelidikinya. Namun ia menyatakan mungkin Anne membutuhkan waktu refreshing sehingga ia memutuskan pergi ke kota.

Tapi Janet begitu yakin ia tadi melihat mayat Anne tenggelam di air mancur. Ia sudah menceritakannya pada Emma dan ia bilang ia mempercayainya. Namun Janet tahu dari tatapan matanya, Emma pasti juga mengira ia gila. Seperti Michael.

“Dimana dia?” tiba-tiba Trisha datang sambil menjerit ke arah Janet. “Kau kan yang melakukannya padanya!”

“Apa maksudmu, Trish?” Emma berusaha membela Janet.

“Kau kan yang membunuhnya? Aku tahu perseteruan kalian dan aku juga tahu ancaman yang kamu tulis di kaca toilet!”

“Bukan aku pelakunya ...”

“Trish, keluarlah dari sini! Kami tidak ingin sekamar lagi denganmu!” jerit Emma. Ia tahu Trisha sangat atletis sehingga dengan mudah ia bisa menyakiti mereka berdua.

“Terserahlah! Tapi kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu!” Trisha meninggalkan kamar dengan marah.

“Kenapa kita semua menjadi seperti ini, Emma?” Janet menangis di pelukan temannya, “Apa kau sudah mendengar berita tentang Krystabelle?”

Emma menggeleng, “Tenanglah, Janet. Semua akan baik-baik saja. Aku yang akan mengatasinya.”

***

“Kalian keterlaluan!” Janet turun dari podium dan mengejar gadis bergaun pink itu. Ia menangis histeris, sementara darah babi masih membasahi rambut dan gaunnya.

“Kate, berhenti!” ia berusaha menghentikan gadis itu, “Maafkan kami. Ini ... ini hanya lelucon ...”

“Lelucon?” gadis itu menjerit sambil menoleh ke arahnya. “Kau yang mengundangku ke sini! Aku pikir kau temanku, namun ternyata .... kau sama saja dengan yang lainnya!”

“Aku sama sekali tak tahu mereka merencanakan ini semua. Kumohon, maafkan aku!”

“Kalian semua akan mati! Kau dengar! Kalian semua akan mati!”

Janet terbangun tengah malam. Suara petir yang menggelegar membangunkannya, mengakhiri mimpinya.

Kejadian itu sudah berlalu dua tahun lalu, namun ia masih bisa mengingatnya dengan jelas. Ia menoleh ke arah ranjang Emma. Kilat kembali menyambar di luar, meninggalkan berkas cahaya di kamar mereka. Emma tak ada di kamar. Ranjangnya kini kosong.

“Emma?” panggilnya. Janet menyalakan lampu di samping kamar tidurnya dan menemukan sebuah surat di sampingnya. Karena penasaran, Janet membukanya dan membacanya. Itu tulisan Trisha.

Janet, datanglah ke ruang cuci. Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Datanglah sendirian.

Amplop surat itu dalam keadaan terbuka. Apa Emma membacanya? Janet memutuskan untuk bangun dan mencari Trisha. Apa yang ingin ia sampaikan malam-malam begini? Apa ia tahu apa yang terjadi dengan Anne?

Janet mengenakan sandal dan membuka pintu. Ruang cuci terletak satu lantai dengan kamarnya. Ia mengendap-endap ke sana. Lorong tampak sepi dan sunyi. Sudah terlalu malam bagi seseorang untuk berkeliaran di sini.

Janet membuka pintu menuju ke ruang cuci. Di dalam sangat gelap, namun ia bisa mendengar suara salah satu mesin cuci menyala. Terdengar suara seperti sesuatu berbenturan secara terus menerus.

“Siapa yang mencuci malam-malam seperti ini?” bisiknya dalam hati. Ia memutuskan menyalakan lampu dan berjalan menuju ke arah suara itu. Tak ada seorangpun di sana kecuali dia.

“Trisha? Emma?” panggilnya.

Janet bisa melihat mesin yang menyala itu. Suara itu jelas berasal dari situ.

Tampak sesuatu tengah berputar-putar di dalam mesin cuci itu.

Ia membungkuk untuk melihat lebih jelas.

“AAAAAAAAAAAA!!!!” gadis itu menjerit.

Tubuh itu hampir hancur. Tubuhnya dilumuri darah yang kini berwarna gelap karena ruangan yang remang2. Baik kepala dan tangannya hampir putus. Dan kakinya menekuk ke arah belakang, hampir menempel ke punggungnya. mayat itu terus berputar-putar di dalam mesin cuci. Walaupun dalam kondisi hancur seperti itu, Janet masih bisa mengenalinya.

Itu mayat Trisha.

Tanpa Janet sadari sesosok bayangan hitam berdiri di belakangnya.

Dan membekapnya.

 

TO BE CONTINUED

Senin, 02 Februari 2015

SKYFALLS: 10 FENOMENA HUJAN PALING ANEH

 

Fish-raining

Saat gue nulis postingan ini, gue bukannya lagi liat film James Bond, tapi sambil menatap hujan di luar jendela gue *sok romantis* Bangsa Barat memiliki peribahasa “It's raining cats and dogs” yang bukan berarti hujan guguk ama kucing beneran, namun hanya menggambarkan hujan yang teramat deras. Namun banyak yang beranggapan, istilah tersebut berasal dari fenomena aneh yang sudah disaksikan manusia sejak ratusan abad, namun masih dikesampingkan secara ilmiah, yakni hujan binatang dan hujan2 aneh lain, seperti hujan daging dan darah. Di Indonesia, mungkin belum pernah terjadi, namun di belahan dunia lain, berbagai hujan misterius telah banyak didokumentasikan. Apakah hujan2 ini memiliki penjelasan ilmiah, ataukah ini sebuah fenomena supernatural? Berikut ini ulasan 10 hujan paling aneh sepanjang sejarah.

1. Hujan Ikan

non-aqueous-rain04

Hujan air udah biasa. Kalo ujan ikan? Wah pasti jadi berkah ya. Hujan ikan merupakan dua jenis hujan binatang yang sering tercatat dalam sejarah, selain hujan katak. Hujan ikan pernah terjadi di Singapura pada Februari 1861 dan Marksville, Lousiana (AS) pada 23 Oktober 1947. Di sebuah kota di gurun pasir Australia bernama Lajamanu, hujan ikan pernah terjadi hingga dua kali, pada 2004 dan 2010. Namun jangan kaget, sebuah kota bernama Yoro di Honduras memiliki hujan ikan yang turun setiap tahun, bahkan dirayakan dalam festival.

Singapourfish

2. Hujan Katak

rainingfrogs

Hujan katak memang pernah tertera jelas di Alkitab sebagai salah satu hukuman bagi Firaun dengan perantaraan Nabi Musa. Namun hujan katak juga sering tercatat dalam sejarah modern. Para tentara yang tengah dalam peperangan di Lalain, Prancis terkejut ketiika hujan yang menimpa mereka pada 1794 ternyata tak hanya membawa air, melainkan juga katak muda yang masih berekor. Katak2 tersebut bahkan sampai terselip ke dalam topi dan kerah seragam mereka gara2 saking banyaknya. Selain itu hujan katak juga pernah terjadi di Kansas City (AS) pada 1873, Naphlion (Yunani) pada Mei 1981, serta 7 September 1953 di Leicester, Massachusets (AS). Peristiwa yang serupa tapi lebih aneh terjadi di Prefektur Ishikawa (Jepang) pada 4 Juni 2009, yakni hujan kecebong.

3. Hujan Ular

  476px-Wea02218_-_Flickr_-_NOAA_Photo_Library

Hujan ini pasti membuat semua orang merinding dan lari ketakutan. Bayangkan, pada 15 Januari 1877, ribuan ular tiba2 turun dari langit di Memphis, Tennessse (AS).

4. Hujan Kadal

Lizards

Lagi2 hewan reptil merayap, puluhan kadal air turun dari langit pada Agustus 1870 di Sacramento (AS). Tak ada tahu darimana mereka berasal atau bagaimana mereka bisa turun dari langit.

5. Hujan Ubur-Ubur

jellyfish

Jika hujan ikan, reptil, dan amifibi terdengar aneh, maka kasus yang ini lebih aneh, yakni hujan ubur2 di kota bernama Bath (Inggris) pada 1894. Pada 12 Maret 1936, sebuah koran lokal juga melaporkan hujan ubur2 di Frankston, dekat Melbourne (Australia).

6. Hujan Cacing

worms

Kasus aneh (dan sangat menjijikkan) terjadi pada 1891 di West Virginia (AS) dimana tanah tiba2 saja ditutupi oleh cacing dalam jumlah besar. Karena tanah saat itu tertutup salju tebal yang sudah mengeras, maka disimpulkan cacing2 tersebut hanya bisa berasal dari satu tempat: dari langit! Hujan cacing tanah juga pernah terjadi pada 2007 di Louisiana (AS).

7. Hujan Laba-Laba

2007-11-09-sl--lluvia-aranias-web

Seorang fotografer menangkap penampakan aneh saat sedang mendaki gunung di Provinsi La Salta, Argentina pada 6 April 2007. Bukan penampakan hantu atau kuntilanak, namun hujan laba2 turun dari langit! Pada Oktober 1881 di Wisconsin (AS) terjadi fenomena yang lebih aneh lagi, yakni hujan sarang laba-laba yang berasal entah dari mana, padahal tak terlihat seekor laba2pun.

8. Hujan Jelly

fallfromthesky4

Hujan ini bukanlah hujan makhluk hidup yang masih hidup, namun hujan jelly. Dikatakan hujan jelly sebab yang turun dari langit merupakan sejenis substansi organik yang tak bisa dijelaskan berasal dari apa, namun hanya berupa jelly yang kenyal. Kasus ini pernah terjadi di New Jersey (AS) pada 1833. Pada 6 September 1950, beberapa polisi di Philadelphia (AS) juga menemukan zat2 ini jatuh dari langit, bahkan beberapa bergerak2 seperti layaknya hidup. Sayang, saat akan diteliti, zat misterius ini telah habis menguap beberapa jam kemudian.

Namun kasus paling menghebohkan terjadi di Skotlandia pada 2009 yang menarik perhatian National Geographic yang bergengsi untuk menyelidikinya. Namun sayangnya dari hasil penelitian para ilmuwan tersebut, tidak ditemukan adanya DNA pada jelly misterius tersebut. Banyak yang menduga bahwa zat tersebut berasal dari alien, mungkin e'eknya ya?

9. Hujan Daging

gajuc

Pernah dong menonton film kartun kocak berjudul “Cloudy With A Chance of Meat” tentang hujan hamburger. Well, kasus yang ini tak kalah aneh dan bahkan terdengar terlalu mengerikan untuk terjadi di kehidupan nyata. Pada 24 Juli 1851 di San Francisco (AS) turun potongan2 daging yang entah berasal darimana. Ukurannya (menurut saksi mata) berkisar dari sebesar telur burung merpati hingga seukuran jeruk. Kasus yang lebih menakutkan terjadi 1 Agustus 1869 di California dimana daging2 ditemukan jatuh dari langit dan berserakan di tanah dengan ukuran 1-6 Inchi, beberapa masih memiliki kulit dengan rambut masih menempel. Namun kasus yang benar2 mengundang perhatian para akademisi adalah hujan daging misterius di Kentucky (cukup ironis) pada 3 Maret 1876, dimana ilmuwan yang meneliti sampel daging itu menebaknya berasal dari paru2 kuda atau bayi (keduanya sulit dibedakan di bawah mikroskop).

10. Hujan Darah

red-rain

Hujan inilah mungkin yang paling menakutkan dan menimbulkan tanda tanya. Hujan darah terkenal sejak zaman Alkitab hingga masa modern, namun belum ada satupun penjelasan ilmiah yang memuaskan tentang bagaimana fenomena misterius ini terjadi. Hujan darah sudah tercatat ribuan tahun lalu. Catatan sejarah pertama berasal dari Homer (penulis “Illiad” yang menceritakan Perang Troya) pada abad ke-8 SM. Sejak zaman dahulu, terutama di Eropa, hujan darah dianggap pertanda yang buruk. Hujan darah pernah terjadi pada 685 M di Inggris dan 582 M di Paris, dimana menuut pengakuan saksi, darah yang turun dari langit membasahi pakaian warga dengan noda merah. Hal itu membuat warga langsung menanggalkan pakaian mereka dengan ngeri. Hujan darah juga pernah terjadi Jerman 1348–1349 dan entah kebetulan atau tidak, mengawali wabah Black Death yang membawa bencana kematian massal ke Benua Eropa. Di Calabria (Italia) tahun 1810 terjadi pula hujan darah yang diduga berasal dari darah burung yang terkoyak di udara.

Hujan darah pada zaman modern pernah terjadi di La Sierra Choco (Kolumbia) 2008 dimana darah menyirami wilayah tersebut selama sejam pada siang bolong. Banyak ilmuwan yang menduga hujan darah itu hanyalah hujan yang berwarna merah karena air hujan mengandung partikel besi yang berasal dari pasir. Namun teori itu ditolak mentah berdasarkan penyelidikan hujan darah di Kerala (India) yang terjadi dua kali pada 2001 dan 2010. Air hujan yang turun saat itu ketika diteliti di bawah mikroskop benar2 mengandung sel darah, walaupun tak pernah diketahui berasal dari spesies apa.

Red_rain_Kerala_optical_microscope

Demikianlah berbagai kasus hujan aneh yang terjadi sepanjang sejarah. Penjelasan ilmiah mengatakan penyebab hujan2 binatang tersebut adalah “watersprout” atau tornado mini yang terjadi di atas perairan yang menyebabkan hewan2 yang tinggal di dalam perairan tersebut terangkat dan kemudian jatuh bersama air yang dibawanya (sehingga menyerupai hujan).

404px-Tornade003

Namun penjelasan tersebut masihlah belum memuaskan dan belum diterima semua pihak. Teori tersebut tak menjelaskan mengapa hujan binatang umumnya sangat selektif dan hanya membawa satu jenis hewan saja (misal hanya membawa katak atau ikan saja). Teori tersebut juga tak bisa menjelaskan mengapa hewan2 yang dibawa tersebut sebagian besar masih dalam keadaan hidup. Mungkin peristiwa2 ini akan menjadi salah satu misteri terbesar umat manusia yang tak bisa dijelaskan.

SKY IS THE LIMIT: 10 MENARA TERTINGGI DI DUNIA SAAT INI (2015)

 

article-2219800-158f0a2a000005dc-999_964x637

Memang menjadi naluri manusia untuk bersaing menjadi yang terhebat. Termasuk dalam hal arsitektur, manusia selalu berambisi untuk membuat bangunan tertinggi ;yang bisa menyentuh langit. Hingga dari zaman kisah kuno Menara Babel hingga saat inipun, hasrat itu rupanya tak pernah padam. Berikut ini aku rangkum 10 menara tertinggi di dunia saat ini (tahun 2015). Aku menyebut “menara” karena tak semuanya adalah bangunan pencakar langit, namun ada juga 2 menara telekomunikasi di sini. Ini dia hitungan mundurnya!

10. Petronas Tower (Kuala Lumpur, Malaysia) – 451 m

374px-Petronas_Towers,_Kuala_Lumpur_(3323152170)

Kita awali hitungan mundur kita dengan menara yang menjadi simbol dan landmark Malaysia ini. Gedung ini pernah menjadi yang tertinggi di dunia sejak 1998 setelah WTC runtuh dan hanya memangku gelar tersebut selama 6 tahun saja. Bangunan bergaya post-modern ini memang sepintas mirip Candi Prambanan, namun sesungguhnya gedung yang dirancang arsitek Argentina, Cesar Pelli ini terinspirasi dengan bentuk geometris khas Islam.

PetronasTowers_iStock_000019513453_Full

9. International Commerce Centre (Hong Kong, Tiongkok) – 484 m

The Hong Kong International Commerce Centre atau disingkat ICC Tower berlantai 118, membuat gedung yang selesai 2010 ini menjadi gedung tertinggi di Hong Kong. Gedung komersial ini dibangun oleh sebuah firma Amerika bernama Kohn Pederson Fox dan desainnya, yah bisa dibilang biasa2 saja.

8. Shanghai World Financial Centre (Shanghai, Tiongkok) – 492 m

tmp7FB6.tmp_tcm20-231931

Mulai dibangun 1997 dan baru selesai 11 tahun kemudian, bangunan ini adalah gedung tertinggi di Tiongkok. Berlokasi di Shanghai, ibu kota perekonomian Tiongkok, gedung ini multifungsi, terdri atas hotel, kantor, hingga mall. Bagian paling mencolok dari gedung ini tentu adalah bagian puncaknya yang menyerupai pembuka botol. Bahkan, salah satu suvenir dari gedung ini adalah pembuka botol yang berbentuk seperti gedung ini. Bagian bukaan ini berfungsi untuk mengurangi tekanan udara yang cukup berat dan berbahaya untuk gedung setinggi ini.

ShanghaiWorldFinancialCenter3

Di samping gedung ini juga terdapat salah satu gedung tertinggi di Tiongkok, yakni Jin Mao Tower yang cukup menakjubkan dan bercita rasa seni tinggi.

JinMao_Tower_von_oben   tumblr_m19njrWU0J1qg8gigo1_500

7. Taipei 101 (Taipei, Taiwan) – 509 m

fbshare

Taipei 101 merupakan gedung yang meraih gelar gedung pencakar langit tertinggi di dunia selama 6 tahun, dari 2002 – 2010 sebelum dikalahkan oleh Burj Khalifa. Bangunan yang memang berlantai 101 ini memang berbentuk unik, sebab terinspirasi oleh bangunan pagoda khas Cina. Bak batang bambu yang luwes, gedung ini juga dirancang tahan terhadap berbagai serangan bencana alam, mulai dari taifun hingga gempa bumi yang memang sering melanda wilayah tersebut. Gedung yang kaya akan filosofi feng shui ini juga merupakan sundial atau jam matahari terbesar dan tertinggi di dunia. Wow!

Taipei_101_1

taipei-101

6. One World Trade Centre – 541 m

o-171080500-570

Setelah nasib tragis yang menghantam menara kembar WTC 2001 silam, banyak pihak memang berkeinginan membangun kembali WTC sebagai pusat perekonomian Amerika. Barulah pada 2006, rencana ini direalisasikan dengan membangun menara 1-WTC yang kali ini hanya menara tunggal, bukan menara kembar seperti pendahulunya. Menara yang semula hendak dinamai “Freedom Tower” ini baru selesai November 2014 lalu. Diarsiteki oleh Daniel Libeskind, menara ini menjadi gedung pencakar langit tertinggi tak hanya di New York atau Amerika saja, namun juga di belahan bumi Barat.

world-trade-center

5. CN Tower (Toronto, Kanada) – 553 m

The landmark Toronto downtown view from the center island.; Shutterstock ID 86753890; PO: The Huffington Post; Job: The Huffington Post; Client: The Huffington Post; Other: The Huffington Post

CN Tower memiliki kepanjangan “Canadian National” yang diambil dari nama perusahaan yang membangunnya. Saat selesai pada 1976, bangunan ini sempat meraih gelar menara televisi tertinggi di dunia dan hingga kini masih menjadi struktur buatan manusia tertinggi di dunia Barat. Apabila menara ini adalah sebuah gedung bertingkat, maka dengan ketinggian 553 m, menara ini akan memiliki 147 lantai. Dari dek observasinya, para pengunjung bisa melihat keindahan Danau Ontario hingga sekilas Air Terjun Niagara.

4. Canton Tower (Guangzhou, Tiongkok) – 600 m

20114715750

Canton Tower atau dikenal juga dengan nama Guangzhou Tower merupakan menara televisi yang sengaja dibangun untuk menyambut Asian Games yang diadakan di kota Guangzhou pada 2010. Struktur buatan manusia tertinggi di Tiongkok ini tampak lebih mempesona saat malam ketika diterangi oleh ribuan lampu LED berwarna-warni.

canton-tower-in-the-guangzhou

3. Abraj al-Bait (Mekah, Arab Saudi) – 601 m

Makkah-Royal-Clock-Tower

Abraj al Bait atau yang lebih dikenal dengan nama Mecca Royal Hotel Clock Tower merupakan bagian dari proyek Raja Abdulaziz yang bertujuan untuk memodernkan Mekah. Bangunan ini kini merangkap sebagai bangunan tertinggi ketiga di dunia sekaligus menara jam tertinggi dan terbesar di dunia. Jam berdiamater 46 m ini bukanlah jam mekanik seperti Big Ben, namun jam “digital” yang diterangi 2 juta lampu LED. Pembangunan menara ini menuai banyak kontroversi sebab harus mengorbankan Benteng Adjad, sebuah peninggalan bersejarah Ottoman dari abad ke-18. Selain hotel, menara ini juga memiliki museum bahkan mall.

2. Tokyo Skytree (Tokyo, Jepang) – 634 m

4fbf505a9f09b

Tokyo Skytree merupakan menara observasi sekaligus menara televisi yang terletak, dimana lagi selain Tokyo? Menara ini sengaja dibangun untuk menggantikan Tokyo Tower yang ketinggiannya mulai dikalahkan dengan gedung2 di sekitarnya, sehingga tak lagi efektif sebagai menara pemancar televisi. Menara bergaya neo-futuristik dibangun superkuat dengan rangka beton sehingga tahan gempa. Pada pembukaannya, menara ini sudah menarik 1,6 juta pengunjung selama seminggu.

TOKYO-SKYTREE-credit-to-(c)

1. Burj Khalifa (Dubai, Uni Emirat Arab) – 828 m

the-burj-khalifa-dubai

Tentu ada banyak cerita yang bisa dituai dari menara tertinggi buatan manusia ini. Mulai dibangun pada 2004, bangunan setinggi 163 lantai ini selesai 6 tahun kemudian pada 2010. Desainya mengingatkan kita pada rancangan “The Illinois” karya Frank Llyod Wright, sebuah bangunan setinggi 1 mil yang didesain untuk kota Chicago, namun tak pernah direalisasikan dan hanya terhenti di atas kertas. Namun arsiteknya, Adrian Smith mengaku bahwa rancangannya terinspirasi oleh minaret spiral Masjid Agung Samara di Irak.

7Wonders-BK

Banyak yang berpendapat bahwa gedung ini “curang” sebab dari 800-an m tingginya, hanya sekitar 585 m dari bagian gedung ini benar2 digunakan sebagai lantai fungsional, sementara 244 m puncak menara sisanya hanyalah hiasan. Uniknya, “hiasan” pada pucuk menara ini hampir sendiri setinggi pencakar langit tertinggi di Jakarta! Gedung ini juga memiliki lift tingkat (double decker) dan bayangkan betapa susah para pekerjanya membersihkan kaca jendelanya!

Bonus:

India Tower (Mumbai, India ) – 700 m

India_Tower_Mumbai

India Tower merupakan rancangan menara yang akan dibangun di kota Mumbai (dahulu bernama Bombay). Menara yang juga dikenal dengan nama Park Hyatt Tower ini mulai dibangun pada 2010 dan diharapkan selesai pada 2016. Menara ini apabila rampung, tak hanya akan menjadi menara tertinggi di India, namun juga menjadi salah satu bangunan tertinggi di dunia dengan jumlah lantai 126. Desainnya juga menarik.

Kingdom Tower (Jeddah, Arab Saudi) – 1 km

Kingdom_Tower,_Jeddah,_render

Kingdom Tower (Burj al Mamlakah) merupakan menara yang akan dirancang mencapai ketinggian mengagumkan 1 kilometer! Konstruksinya sudah dimulai sejak 2013 dan direncanakan rampung pada 2019. Semula, bangunan ini didesain setinggi 1 mil (1,6 km), tapi kemudian dengan berbagai pertimbangan, akhirnya ketinggiannya dikurangi menjadi sekitar 1 km. Namun tetap saja, bangunan yang diarsiteki Adrian Smith (perancang Burj Khalifa) ini bakal menjadi bangunan tertinggi di dunia yang pernah diciptakan umat manusia.

Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah pembangunan menara2 ini benar2 sesuai dengan fungsinya atau hanya suatu bentuk kesombongan manusia? Dengar2 Indonesia juga akan membangun Signature Tower, sebuah menara dengan ketinggian 638 m.

signature-tower

Let’s see how it’s work.