Sabtu, 31 Mei 2014

RESORT PART 07

 

“Apa?” aku menoleh dan melihat sebuah mobil kecil mengikuti taksi kami. Benar, itu memang mobil dari penginapan. Mengapa mereka mengikuti kami?

Mobil itu semakin dekat dan kami bisa melihat Ryuichi melambai dari kursi depan. Kami berpikir apa mungkin kami meninggalkan sesuatu di penginapan dan meminta sopir taksi untuk berhenti. Ryuichi berhenti tepat di samping mobil kami dan menghampiri kami.

“Kalian tak bisa pulang begitu saja!” katanya.

“Kami takkan pulang,” jawab Shoji, “Kami tak bisa pulang dengan keadaan seperti ini!”

Mereka sepertinya mampu memahami perkataan satu sama lain, namun aku dan Takumi kebingungan. Kami tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.

“Hei, apa yang kalian maksudkan?”

“Kalian naik ke sana, kan?” ia menatap langsung ke mataku.

Jantungku berdetak sangat kencang. Bagaimana ia bisa tahu? Aku merasa sangat takut. Aku merasa seperti ketahuan telah melakukan sesuatu yang sangat buruk.

“Ya.” aku menjawab dengan jujur.

Ryuichi menghela napasnya, “Jika kalian pergi seperti ini, kalian hanya akan membawa-nya bersama kalian. Kenapa kalian harus naik ke atas sana? Seharusnya aku dengan tegas melarang kalian untuk naik ke sana.”

Apa yang ia maksud? Membawanya bersama kami? Tapi, bukankah kami sudah mengakhirinya dengan pergi dari tempat itu?

Aku mulai cemas dan menatap Takumi. Namun ia sama cemasnya dengan kami. Ia menatap Shoji dan Shoji akhirnya berkata.

“Tak apa-apa, teman-teman. Kita akan diruwat. Kita akan membicarakannya ketika kita sudah sampai di sana.”

Diruwat ? Semacam upacara? Aku tak mempercayainya. Apa kami kerasukan? Apa aku akan mati? Sial...sial! kenapa aku harus naik ke sana? Jika kami memang tak boleh naik sana, seharusnya sejak awal mereka mengatakannya kepada kami!

Perkataan Shoji sama sekali tak membuat Ryuichi terkesan.

“Upacara penyucian?” tanyanya.

“Ya.” jawab Shoji dengan singkat.

“Kau bisa melihatnya, ya kan?” tanya Ryuichi lagi.

Shoji terdiam.

“Tunggu, apa yang kau lihat!” Takumi menuntut penjelasan.

“Maafkan aku, tapi tolong jangan tanyakan itu padaku.”

Tanpa berpikir, aku segera meraih Shoji dan mengguncang-guncangkan tubuhnya, “Demi Tuhan! Apa yang terjadi! Katakan pada kami!”

Ryuichi berusaha memisahkan kami, “Hei, hentikan! Seharusnya kalian berterima kasih kepadanya.”

“Tapi ia tak mau mengatakan apa yang terjadi! Kami berhak tahu!” emosiku mulai meninggi.

“Kalian beruntung kalian tak bisa melihatnya.” seru Ryuichi, “Justru Shoji yang dalam masalah sekarang.”

Mendengarnya, wajah Shoji berubah pucat.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Aku yang naik ke sana, bukan dia!” seruku.

Ryuchi menjawab, “Kalian berdua tidak melihatnya kan?”

“Kalian terus berbicara tentang melihatnya dan tidak melihatnya. Apa yang sebenarnya kalian bicarakan?” tanyaku.

“Aku tak tahu.” hanya jawaban itu yang meluncur dari mulut Ryuichi.

“Apa?” teriakku. Bagaimana ia bisa mengatakan hal seperti itu sementara nyawa kami mungkin terancam?

“Aku sendiri belum pernah melihatnya. Namun ....” Ryuichi menatap Shoji, “Walaupun kalian mendapat upacara penyucian, aku pikir itu takkan banyak membantu.”

“Kenapa?” Shoji bertanya dengan tatapan penuh keraguan.

“Sesuatu seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Hanya itu yang bisa kukatakan.”

“Tidakkah ... tidakkah kita bisa mencoba? Siapa tahu itu bisa berhasil?” Shoji bersikeras.

“Ya, kalian bisa saja mencobanya. Namun jika itu tak berhasil, apa yang akan kalian lakukan?”

Shoji tak mampu menjawabnya.

“Begitu kau melihatnya, maka hal itu akan akan terjadi sangat cepat.”

Aku sama sekali tak paham apa yang dimaksudkannya datang dengan cepat, namun begitu mendengarnya, Shoji langsung menangis. Takumi dan aku hanya berdiri di sana, tak tahu harus berbuat apa.

Merasa ada sesuatu yang terjadi, sang sopir taksi membuka jendela mobilnya dan memanggil kami, “Apa semuanya baik-baik saja?”

Kami tak mampu menjawabnya. Shoji sudah ambruk di tanah, berlutut sambil menangis. Ryuichi-lah yang kemudian berbicara dengan sopir itu.

“Maaf sudah membawa anda sejauh ini, namun bisakah anda menurunkan mereka di sini saja?”

“Hah? Tapi ...” ia menatap ke arah kami, tak yakin dengan apa yang harus ia lakukan. Ryuichi tak mengindahkan tangisan Shoji dan berbicara kepadanya.

“Kalian tahu kenapa aku sampai mengejar kalian sampai ke sini? Aku mengenal seseorang yang tahu mengapa ini semua terjadi. Aku ingin membawa kalian kepadanya sehingga ia bisa membantu kalian. Kita tak punya banyak waktu. Kumohon, percayalah kepadaku!”

“Ba ... baik ...” Shoji masih terisak. Tampak ia seakan-akan menanggung beban yang sangat berat sendirian di pundaknya. Semenjak kami mulai bersahabat, tak pernah aku melihatnya menangis seperti ini. Mendengarnya menyetujui saran Ryuichi, akupun berbicara dengan sang sopir taksi.

“Maaf, tapi sepertinya kami akan turun di sini saja. Berapa ongkosnya?” setelah membayar, kami masuk ke dalam mobil Ryuichi. Takumi dan aku duduk di bak belakang, sementara Shoji duduk bersama Ryuichi di kursi depan.

Ryuichi melajukan mobil ini secepat setan. Baik aku dan Takumi ketakutan, tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang akan kami alami setelah ini.

Aku tak tahu berapa lama kami berkendara, namun sepertinya sangat jauh. Yang kuingat, ketika sampai, punggungku terasa sangat sakit.

Kami akhirnya berhenti di depan sebuah rumah yang tampak sangat normal. Di samping rumah itu berdiri sebuah torii (gerbang kuil) kecil dan tangga batu. Kami berjalan ke rumah itu dan Ryuichi menekan belnya. Setelah beberapa lama, seorang wanita keluar menyambut kami. Ia terlihat masih muda, sekitar 20 tahun.

Ia meminta kami masuk dan mengajak kami ke sebuah ruangan bergaya Jepang di bagian lain rumah tersebut. Di ruangan itu, duduk seorang biksu, seorang pria paruh baya, dan seorang lelaki tua. Ketika kami masuk, sang pria tua mulai berkomat-kamit.

Biksu itu hanya menatap kami ketika kami datang.

“Duduklah!” perintah biksu itu. Kamipun duduk dan Ryuichi duduk di samping kami.

“Ini tiga anak yang saya ceritakan kemarin ...”

“Tunggu!” tiba-tiba sang biksu menyetop perkataan Ryuichi saat ia memperkenalkan kami.

“Apa kalian yakin kalian tak membawa orang lain?” tanya sang biksu sambil memperhatikan lekat-lekat pintu geser kertas yang ada di samping kami.

TO BE CONTINUED

Rabu, 28 Mei 2014



Tips Memperbaiki Kemampuan Berbahasa Inggris.

          Hi, Readers! Ngomong-ngomong soal bahasa Inggris nih, yang pada masa sekarang menjadi bahasa Internasional. Hm, berarti intinya bahasa Inggris juga termasuk ke dalam ilmu yang harus kita kuasai. Namun, ada kalanya kita merasa masih memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang kurang meskipun telah diajarkan di sekolah maupun di tempat pendidikan non formal lainnya. Kenapa hal seperti itu bisa terjadi ya? Jawabannya simple aja sih, sebenarnya karena kita nggak terbiasa mendengarkan apalagi berbicara kalimat bahasa Inggris. Sejenis kurang familiar gitu deh. Eits, jangan putus asa dulu! Semua masalah pasti ada jalan keluarnya kok, disini kita mau kasih info gimana caranya memperbaiki kemapuan berbahasa Inggris. Yuk, intip!

1.Dengarkan lagu bahasa Inggris sesering mungkin
          Mendengarkan lagu bahasa Inggris merupakan teknik jitu dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Dengan mendengarkan lagu bahasa Inggris yang bahkan kita tidak mengetahui artinya, kita bisa lebih familiar dengan kalimat-kalimat bahasa Inggris yang ada. Jadi, mulai sekarang, coba dengarkan lagu-lagu easy listening dalam bahasa Inggris dan mulailah hafalkan tanpa melihat liriknya. Walaupun sulit, namun cara itu akan meningkatkan kemampuan listening bahasa Inggris kita secara langsung
2. Belajar menangkap ide
          Kesalahan yang banyak dilakukan pada saat belajar bahasa Inggris khususnya pada tahap listening adalah mendengarkan kata demi kata demi mendapatkan arti secara keseluruhan. Padahal, cara tersebut hanya membuang-buang waktu saja. Cukup dengan memperhatikan kalimat-kalimat kunci atau kata kerja dan subjek dalam kalimat tersebut kita sudah bisa mengetahui apa maksud dari kalimat tersebut.
3. Tontonlah film berbahasa Inggris.
          Semua orang suka menonton film. Jadi, mengapa tidak menggunakannya untuk latihan mendengar? Caranya mudah! Lihat satu babak dari film favorit Anda. Pertama, tonton dengan menggunakan teks bahasa Indonesia agar memahaminya. Kemudian tonton lagi, tetapi gunakan teks bahasa Inggris. Saat ini, kita seharusnya sudah mengerti dialog dan alur ceritanya. Sekarang, tonton sekali lagi tanpa teks, dan hanya fokus pada mendengarkan.
4. Sering berlatih menggunakan bahasa Inggris
          Untuk menguasai bahasa Inggris secara maksimal dibutuhkan banyak latihan. Untuk itu jangan ragu untuk mengajak orang-orang disekitar kita seperti teman-teman atau keluarga berbicara bahasa Inggris. Jika seandainya kita salah dalam berbicara, jangan takut! Karena itu akan membunuh kemauan kita sendiri. Semua itu belajar dari kesalahan, untuk itu hendaknya kita memperbaiki kesalahan tersebut agar lebih baik kedepannya.
5. Pahami keterbatasan diri

          Belajar berbicara, menulis, dan mendengarkan kalimat berbahasa Inggris sebanyak mungkin, tapi dalam periode waktu yang singkat tidak akan dapat memperbaiki secara langsung kemampuan kita. Otak kita bukanlah mesin! Jika mulai merasa frustrasi dan tidak mengerti, istirahatlah dan mulai lagi nanti. Ingat, mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris yang baik dibutuhkan banyak waktu latihan dan kesabaran.
        

          Nah, udah pada tau kan gimana caranya memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris? Jadi kesimpulannya, nggak sulit bagi kita untuk belajar mengembangkannya. Hanya butuh banyak waktu, latihan, dan kesabaran. Semoga bermanfaat.

Teori Asal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia


Tahukah anda, dari mana asal-usul nenek moyang bangsa kita? Ada yang menyebutkan nenek moyang kita berasal dari cina, ada yang bilang nenek moyang kita berasal dari melayu, ada yang bilang berasal dari Taiwan, bahkan ada yang bilang berasal dari Afrika. Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari mengenai teori-teori asal-usul nenek moyang Bangsa Indonesia dari para ahli sejarah dan antropologi.
1. Teori Yunnan

Teori ini menyatakan bahwa asal-usul nenek moyang kita berasal dari Yunnan, China. Teori ini didukung oleh Moh. Ali, yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongol yang terdesak oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat sehingga melakukan migrasi menuju ke selatan.
Ada pula R.H Geldern dan J.H.C. Kern yang juga mendukung teori ini. Dasar pendapat mereka berdua adalah :
  • Ditemukannya kapak tua di wilayah Nusantara yang memiliki kemiripan dengan kapak tua yang ada di kawasan Asia Tengah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa telah tejadi migrasi penduduk dari Asia Tengah ke Kepulauan Nusantara.
  • Bahasa melayu yang berkembang di Nusantara memiliki kemiripan dengan  bahasa champa yang ada di Kamboja. Hal ini membuka kemungkinan bahwa penduduk champa yang ada di Kamboja berasal dari dataran Yunnan dengan menyusuri sungai Mekong. Arus perpindahan ini selanjutnya diteruskan ketika sebagian dari mereka melanjutkan perpindahan dan sampai ke wilayah Nusantara.

Menurut teori ini, migrasi penduduk dari Yunnan menuju Kepulauan Nusantara ini melalui tiga gelombang, yaitu ; perpindahan orang negrito, proto melayu dan juga deutro nelayu.
  1. Orang Negrito Orang negrito diperkirakan sudah memasuki Kepulauan Nusantara sejak 1000 SM. Mereka diyakini sebagai penduduk paling awal Kepulauan Nusantara. Hal ini dibuktikan dengan penemuan arkeologi di gua Cha, Malaysia. Pada perkembangannya, orang Negrito menurunkan orang Semang. Cirri-ciri fisik orang Negrito yaitu berkulit gelap, rambut keriting, hidung lebar dan bibir tebal.Di Indonesia, ras ini sebagian besar mendiami daerah Papua. Keturunan ras ini terdapat di Riau (pedalaman) yaitu suku Siak (Sakai), serta suku Papua melanosoid mendiami Pulau Papua dan Pulau Melanesia.
  2. Proto Melayu Migrasi orang proto Melayu ke Kepulauan Nusantara diperkirakan memasuki wilayah Nusantara pada 2500 SM. Sebutan Proto Melayu adalah untuk menyebutkan orang-orang yang melakukan migrasi pada gelombang pertama ke Nusantara. Yang termasuk orang-orang Proto Melayu adalah suku Toraja, Dayak, Sasak, Nias, Rejang, dan Batak. Orang proto Melayu memiliki keahlian lebih baik dalam hal bercocok tanam bila dibandingkan dengan orang Negrito.
  3. Deutro Melayu Deutro Melayu adalah sebutan untuk orang-orang yang melakukan gelombang migrasi pada gelombang kedua ke Nusantara. Kedatangan Deutro Melayu ke Nusantara diperkirakan pada 1500 SM. Suku bangsa yang termasuk Deutro Melayu di Indonesia, antara lain Minangkabau, Aceh, Sunda, Jawa, Melayu, Betawi, dan Manado.


2. Teori Nusantara

Teori Nusantara menyatakan bahwa asal usul bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri, bukan dari luar. Teori ini didukung antara lain oleh Muhammad Yamin, Gorys Keraf, dan J.Crawford. Teori ini dilandasi oleh beberapa argument, antara lain :
  • Bangsa Melayu merupakan bangsa yang berperadaban tinggi. Peradaban ini tidak mungkin dapat dicapai apabila tidak melalui proses perkembangan dari kebudayaan sebelumnya.
  • Bahasa Melayu memang memiliki kesamaan dengan bahasa Champa (Kamboja), namun persamaan ini hanyalah suatu kebetulan saja.
  • Adanya kemungkinan bahwa orang Melayu adalah keturunan dari Homon soloensis dan Homo wjakensis.
  • Adanya perbedaan bahasa antara bahasa Austronesia yang berkembang di Nusantara dengan bahsa Indo-eropa yang berkembang di Asia Tengah.


3. Teori Out of Taiwan

Teori ini berpandangan bahwa bangsa yang ada di Nusantara ini berasal dari Taiwan bukan Daratan Cina. Teori ini didukung oleh Harry Truman Simanjuntak. Menurut pendekatan linguistic, dijelaskan bahwa dari keseluruhan bahasa yang dipergunakan suku-suku di Nusantara memiliki rumpun yang sama, yaitu rumpun Austronesia. Akar dari keseluruhan cabang bahasa yang dipergunakan leluhur yang menetap di Nusantara berasal dari rumpun Austronesia di Formosa atau dikenal dengan rumpun Taiwan. Selain itu, menurut riset genetika yang dilakukan pada ribuan kromosom tidak menemukan kecocokan pola genetika dengan wilayah Cina. 
4. Teori Out of Africa

Teori ini menyatakan bahwa manusia modern yang hidup sekarang berasal dari Afrika. Dasar dari teori ini adalah berdasarkan ilmu genetika melalui penelitian DNA mitokondria gen perempuan dan gen laki-laki. Menurut ahli dari Amerika Serikat, Max Ingman, manusia modern yang ada sekarang ini berasal dari Afrika antara kurun waktu 100-200 ribu tahun lalu. Dari Afrika, mereka menyabar ke luar Afrika. Dari hasil penelitian Ingman, tidak ada bukti yang menunjukan bahwa gen manusia modern bercampur dengan gen spesies manusia purba.
Manusia Afrika melakukan migrasi ke luar Afrika diperkirakan berlangsung sekitar 50.000-70.000 tahun silam. Tujuannya adalah menuju Asia Barat. Jalur yang mereka tempuh ada dua, yaitu mengarah ke Lembah Sungai Nil, melintasi Semenanjung Sinai lalu ke utara melewati Arab Levant dan yang kedua melewati Laut Merah. Pada 70.000 tahun yang lalu bumi memasuki zaman glasial terakhir dan permukaan air laut menjadi lebih dangkal karena air masih berbentuk gletser. Dengan keadaan seperti ini mereka sangat memungkinkan menyeberangi lautan hanya dengan menggunakan perahu primitif.

Setelah memasuki Asia, beberapa kelompok tinggal sementara di Timur Tengah, sedangkan kelompok lainnya melanjutkan perjalanan dengan menyusuri pantai Semenanjung Arab menuju ke India, Asia Timur, Indonesia, dan bahkan sampai ke Barat Daya Australia, yaitu dengan ditemukannya fosil laki-laki di Lake Mungo. Jejak paling kuat untuk membuktikan bahwa manusia Afrika telah bermigrasi hingga ke Australia adalah jejak genetika.

Minggu, 25 Mei 2014

RESORT PART 06

 

“Selamat pagi! Apa kalian tidur dengan nyenyak?” ia selalu menanyakan pertanyaan yang sama tiap pagi semenjak kami tiba. Namun entah kenapa, pertanyaannya kali ini seperti memiliki maksud lain. Aku merasa sangat gugup, jadi Takumi yang menjawabnya.

“Ya, maaf kami terlambat bangun pagi ini.” Ia menepuk bahuku agar maju ke meja makan. Aku terkejut Takumi yang pemarah ternyata bisa bersikap setenang ini setelah apa yang terjadi pada kami. Ia mengatakan bahwa Shoji merasa tak enak badan sehingga tak bisa ikut makan bersama kami. Kemudian ia bertanya apakah Misaki bisa membawakan beberapa onigiri untuknya.

“Oh, tentu saja,” jawabnya dengan nada khawatir, “Jika ia sedang sakit, maka seharusnya ia beristirahat saja.”

Kami kemudian duduk tanpa membicarakan tentang Shoji lagi. Kami tak memikirkan hal lain selain berhenti dari tempat ini.

Selama aku makan, Makiko hanya tersenyum ke arahku. Misaki dan Ryuichi pasti juga merasakan sesuatu yang aneh, sebab mereka hanya menatap bolak-balik antara aku dan Makiko. Aku bertambah gugup, bahkan kadang tak mampu menggerakkan sumpitku. Di lain pihak, Takumi duduk dengan tenang dan menikmati makanannya.

Kami merasa tak nyaman, sehingga kami dengan cepat menghabiskan sarapan kami. Ketika kami selesai, kami kembali ke kamar untuk menjemput Shoji agar kami bertiga bisa segera berpamitan dengan Makiko.

Dalam perjalanan ke kamar, kami mendengarnya sedang berbicara. Tampaknya ia sedang menelepon seseorang. Takumi dan aku tak mau menganggunya, jadi kamu duduk dan menunggunya hingga rampung.

“Ya, harus dilakukan hari ini.” Ia terdiam sejenak, menunggu jawaban dari orang yang diteleponnya. “Oh ... terima kasih ... ya ... ya .... aku akan menanyakannya ... terima kasih.” Kemudian ia menutup teleponnya.

Tampaknya ia sudah merencanakan untuk pergi ke suatu tempat setelah kami menyelesaikan urusan kami dengan penginapan ini. Takumi dan aku merasa tak enak menanyakan urusannya, jadi kami hanya mengajaknya ke ruang makan bersama-sama.

Misaki sedang bersih-bersih, namun Makiko tak nampak. Kemudian aku berpikir, apa ia sedang berada di lantai atas sekarang? Bayangan ia sedang membawa senampan makanan ke lantai dua muncul di benakku. Ia pasti menumpuk makanan yang baru ke atas makanan yang lama setiap hari. Lama-kelamaan ia membuat semacam gunung penuh sampah di sana.

Tapi kenapa? Apa tujuannya? Namun aku segera menghentikan pikiran itu. Satu-satunya yang penting sekarang adalah pergi dari tempat ini secepat mungkin. Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal dan melupakan apapun yang kami alami kemarin. Aku harus melupakannya!

Takumi bertanya pada Misaki dimana Makiko berada.

“Oh, Makiko-san sedang menyirami tanaman. Beliau akan segera kembali ke sini,” ia berpaling pada Shoji, “Aku akan membuat onigirinya, tolong tunggu sebentar ya.” Ia tersenyum dengan manis lalu pergi ke arah dapur.

Oh, Misaki yang cantik. Seandainya semua ini tak terjadi, sebenarnya aku ingin mengenalmu lebih jauh.

Kami menunggu Makiko kembali. Ketika ia tiba di ruangan, ia sepertinya sudah tahu ada sesuatu yang salah. Iapun duduk dan menatap kami.

“Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul di sini”

Aku menyiapkan diriku dan mulai berkata mewakili yang lain, “Bu, dapatkah kami berbicara sebentar dengan anda?”

“Tentang apa? Kalian tampaknya serius sekali?”

“Ehm. Langsung saja, kami ingin berhenti.”

Ekspresi Makiko tak berubah. Ia terdiam selama beberapa saat. Kami sangat merasa tak nyaman dengan ia diam seperti itu. Tampaknya ia sudah menduga bahwa ini akan terjadi.

Akhirnya, kesunyian pun pecah.

“Oh, aku mengerti. Seperti aku tak bisa melakukan apapun untuk membuat kalian berubah pikiran kan, anak-anak?” ia tertawa sedikit lalu melanjutkan pembicaraan tentang gaji kami dan juga meminta kami membersihkan kamar kami sebelum pergi. Ia meminta kami menghadapnya lagi setelah kami selesai beres-beres.

Setelah percakapan singkat yang cukup menegangkan itu, kami bertiga merasa lega. Namun masih ada sesuatu yang terasa janggal bagiku.

Kami segera bersiap-siap. Kami membereskan barang-barang kami dan membersihkan kamar kami.

Sejak memulai pekerjaan kami, sebenarnya kami tak pernah menghabiskan waktu di kamar ini. Selepas bekerja, biasanya kami akan pergi ke pantai lalu pulang saat malam dan langsung tidur. Untungnya, ini berarti kami tak pernah membuat kamar ini terlalu berantakan dan dalam waktu singkat, kamar ini kembali seperti semula seperti sebelum kami datang.

Setelah kami selesai bersih-bersih, kami memanggil Makiko. Ia, Ryuichi, dan Misaki yang terlihat sedih kemudian duduk bersama dengan kami.

“Kami di sini tak lama,” aku mulai berpamitan dengan mereka, “Namun terima kasih sekali atas segala kebaikan kalian terhadap kami selama kami di sini. Maaf jika kami harus berhenti mendadak seperti ini.” Kami bertiga kemudian membungkuk ke arah mereka.

“Tidak...tidak...justru kamilah yang harus berterima kasih.” Makiko kemudian memberikan amplop kepada masing-masing dari kami, “Ini tidak banyak, tapi kumohon, terimalah! Ini juga ada hadiah untuk kalian.” Ia juga menyertakan sebuah tas kecil, seperti tempat untuk uang koin.

“Jaga diri kalian baik-baik.” Misaki berkata dengan raut wajah sedih, bahkan ia terlihat hampir menangis. Ia kemudian memberikan kami bungkusan berisi onigiri, “Aku membuatnya cukup untuk kalian bertiga.”

Hei, hei ... kumohon, hentikan! Kau akan membuatku menangis! Aku bahkan tak bisa menatap wajahnya lama-lama. Aku bahkan sedikit tercekat, memikirkan kami akan berpisah dengan orang-orang yang sudah begitu baik dengan kami.

Kami mengucapkan selamat tinggal dan keluar dari penginapan itu.

Sebenarnya ada sebuah pemberhentian bus di dekat penginapan itu, namun kami setuju untuk naik taksi saja untuk kembali ke stasiun kereta. Ryuichi bertanya apa kami membutuhkan tumpangan, namun Shoji menolak dengan halus. Misaki kemudian memanggilkan taksi untuk kami.

Ketika taksi itu tiba, Makiko mengantar kami ke mobil. Situsasi saat itu memang tampak seperti perpisahan yang menguras emosi, namun sebenarnya kami sedang mencoba melarikan diri.

Tepat sebelum aku masuk ke taksi, aku menoleh. Aku melihat pintu menuju ke lantai dua sedikit terbuka. Ini aneh, pikirku, Makiko tak pernah membiarkannya terbuka sebelum ini dan selalu menutupnya rapat-rapat. Aku mengalihkan pandanganku dan masuk ke dalam mobil. Kami mengatakan pada sopir kemana kami akan pergi dan ia menyalakan taksinya.

Namun setelah kami berkendara sebentar dan pengiapan itu tak terlihat lagi, Shoji mengatakan pada sang sopir bahwa ia berubah pikiran dan memintanya mengubah arah. Ia memberikan catatan pada sang sopir kemana ia harus pergi.

“Benar kau mau ke sini?” tanya sang sopir dengan ragu, “Ongkosnya akan cukup mahal.”

“Jangan pikirkan itu.” Shoji bersikeras. Ia menoleh dan menatap kami berdua. “Aku harus pergi ke suatu tempat dan kuharap kalian berdua ikut denganku.”

Takumi dan aku menatap satu sama lain dengan bingung. Kemana kami akan pergi? Kami ingin bertanya, namun kami berdua sangat gugup dengan perilakunya yang aneh sejak pagi ini. Ia mungkin akan marah lagi jika kami menanyakannya, sama seperti ia marah pada Takumi tadi.

Namun setelah kami berkendara beberapa saat,

“Hei, mobil itu mengikuti kita. Bukankah mobil itu berasal dari tempat kalian berangkat tadi?”

TO BE CONTINUED

Sabtu, 17 Mei 2014

RESORT PART 05

 

Ia masih bisa melihatnya? Apa yang ia lihat?

Aku menoleh, namun tak ada apapun di sana. Hanya pintu geser yang terbuat dari kertas, itupun dalam keadaan tertutup.

Aku tak mengerti apa yang ia bicarakan. Sama sekali tidak. Aku berpikir ia sudah kehilangan akal sehatnya. Atau mungkin ia dirasuki oleh sesuatu.

“Aku memang berada di bawah saat itu, namun aku melihat sesuatu.” mulutnya gemetaran, namun ia berbicara dengan sangat jelas.

“Maksudmu kau melihat apa yang kulakukan di atas? Dengan sampah-sampah itu?”

“Tidak ... ya ... maksudku aku memang melihatmu. Namun bukan itu saja. Begitu kau sampai ke atas, aku bisa melihatnya dengan jelas ...”

Jujur, sebenarnya aku sama sekali tak mau mendengar apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Apa yang kualami kemarin saja sudah sangat seram. Namun tampaknya Shoji sudah tak mampu memendamnya lagi, ia harus menceritakannya pada orang lain. Ia dan Takumi mendengarkan dengan serius ceritaku kemarin dan itu membantuku. Kini, aku harus mendengar apa yang harus ia katakan.

“Apa yang kau lihat?” aku bertanya, walaupun aku sendiri takut dengan kebenarannya.

“Bayangan ...” ia bergumam, seolah-olah sedang bicara dengan dirinya sendiri.

“Bayangan?” tanyaku lagi.

“Ya,” ia mengangguk, “Pertama kupikir itu bayanganmu. Namun ketika kau berjongkok di lantai dan mulai memakan... yah, itu ... bayangan itu masih tetap bergerak. Aku melihat bayanganmu menciut ketika kau jongkok dan bayangan kami juga tak sampai sejauh itu. Namun bayangan-bayangan itu .... mereka bergerak. Mungkin ada tiga atau empat dari mereka.”

Aku merinding di sekujur tubuhku.

Ini pasti sebuah lelucon! Namun Shoji nampak serius.

“Namun hanya ada aku di sana.” kataku.

“Aku tahu ...” kata Shoji.

“Selain itu,” kataku lagi, “Tak mungkin tempat sesempit itu bisa menampung hingga empat atau lima orang. Hanya ada cukup ruangan untukku sendiri di sana.”

“Mereka bukan manusia. Aku cukup yakin hal itu.”

Aku hanya terdiam, tak mampu menyangkal pernyataan itu.

“Tak mungkin mereka manusia ...” ia kembali bergumam.

“Lalu apa mereka itu?”

“Mereka semua terjebak di dinding.”

“Hah?” aku tak mengerti apa yang ia coba katakan.

“Mereka semua seperti laba-laba.” Ia menjelaskan, “Mereka semua bergerak menjalari dinding. Seperti laba-laba.” Napasnya menjadi terengah-engah ketika ia mencoba menjelaskan.

“Tenanglah,” kataku, “Ambil napas dalam-dalam, oke? Semuanya baik-baik saja sekarang. Kami ada di sini untukmu.”

“Mereka bukan manusia,” ia terus berkata, “Tidak, mereka bukan manusia! Bahkan bayangan mereka tak seperti manusia. Ehm ... mereka sedikit tampak seperti manusia, namun ada yang ganjil ...”

Ia tampak seperti ingin mengatakan sesuatu, namun tak mampu menemukan kata yang tepat. “Sesuatu dengan bentuk seperti bayangan manusia menjalari dinding. Seperti itukah yang kau lihat?”

Shoji mengangguk dengan enggan. Jantungku berdetak dengan kencang. Oke, bayangan yang ia lihat jelas bukanlah bayanganku. Tidaklah mungkin bayanganku bisa bergerak di sepanjang dinding dan langit-langit seperti yang ia deskripsikan. Bahkan jika mereka memang bayangan, mereka pasti berasal dari sesuatu kan? Dan tak ada siapapun selain aku di sana.

Dan jika mereka memang ada, mengapa aku tak menyadari mereka menjalar di sekelilingku saat itu?

Namun bagaimana jika aku salah?

Bagaimana jika suara napas dan garukan itu yang kudengar saat itu tak berasal dari balik pintu?

Mungkinkah saat itu mereka ada di sekelilingku?

Aku menjadi pusing oleh rasa takut. Kini aku mengerti mengapa Shoji meminta maaf padaku tadi. Ia melihat bayangan-bayangan itu di sekelilingku, namun ia tak mampu menolongku.

“Ma...maafkan aku tadi berteriak kepadamu.” Ia meminta maaf pada Takumi.

“Tidak apa-apa,” kata Takumi, “Justru aku yang harus minta maaf.”

Suasana menjadi canggung dan kemudianTakumi menanyakan sesuatu yang memang menggangguku sejak tadi.

“Kamu bilang kamu masih bisa melihat mereka?” tanyanya pada Shoji.

Shoji segera menjawab, “Oh, maaf.” Terlihat jelas ia memasang senyum palsu di wajahnya, “Aku hanya meracau tadi. Maaf, aku baik-baik saja.”

Terlihat jelas bahwa ia sedang berbohong. Matanya terlihat terfokus pada sesuatu selain kami. Sesuatu yang ada di kamar ini.

Aku tak tahu, tapi apa yang mengangguku adalah otot di bawah mata tampak berkedut. Hal itu terlihat sangat aneh. Seakan-akan ia memperhatikan sesuatu.

Namun baik aku maupun Takumi tak mau bertanya lebih jauh. Silakan anggap aku pengecut, namun aku memang sangat ketakutan saat itu dan tak mampu bertanya lebih jauh lagi. Aku tahu Shoji sedang menyembunyikan sesuatu. Namun aku juga terlalu takut untuk mengetahui jawabannya. Ini semua bisa membuatku gila!

Setelah kesunyian sejenak, kami mendengar Misaki, gadis muda yang tinggal di rumah ini, memanggil kami. Sarapan sudah siap. Kami ternyata sudah menghabiskan waktu cukup lama dalam perbincangan tadi.

Sebenarnya aku tak memiliki selera makan sedikitpun pagi ini, namun akan terlihat buruk jika kami tidak muncul untuk sarapan. Kami harus pergi. Jadi aku berdiri dan berkata kepada yang lain.

“Secepatnya kita pergi, semakin baik.” aku memulai, “Aku akan mengatakan bahwa kita berhenti setelah sarapan.”

“Ide yang bagus.” Takumi mengangguk.

“Aku tak mau makan,” kata Shoji, “Takumi, kau membawa laptop kan? Bisakah aku meminjamnya sebentar?”

“Silakan, tapi kau harus makan sesuatu!”

“Ada sesuatu yang ingin kucari,” ia bersikeras, “Aku tak punya banyak waktu. Maaf, tapi kalian berdua silakan makan duluan tanpa aku.”

“Baiklah,” jawabku, “Aku akan meminta Misaki membawakanmu beberapa onigiri.”

“Terima kasih.”

“Komputernya ada di tasku,” kata Takumi, “Gunakan saja semaumu. Seharusnya komputer itu sudah terhubung dengan internet.”

Takumi dan aku pergi ke ruang makan untuk menyantap sarapan kami. Aku hanya ingin berperilaku senormal mungkin pagi ini agar sang pemilik hotel tak curiga. Jadi kami pergi ke ruang makan dan di sana sudah duduk Makiko-san, menunggu kami.

Sejenak ia melihat luka-luka di kakiku, kemudian tersenyum lebar ke arahku.

TO BE CONTINUED

Minggu, 11 Mei 2014

RESORT PART 04

 

Aku ingat naik ke sana. Rasa takutnya masih melekat jelas dalam ingatanku. Namun aku tak pernah membungkuk dan yang lebih penting lagi, aku tak ingat pernah memakan sisa-sisa makanan yang membusuk.

Namun melihat kaosku yang penuh kotoran, mereka dapat dengan mudah membuktikan apa yang mereka lihat. Bahkan di tanganku ada bekas sisa-sisa makanan itu.

Aku merasa hampir gila.

Takumi dan Shoji memandangku dengan khawatir.

“Kau tahu, jika sesuatu terjadi padamu, kau bisa berbicara dengan kami,” Takumi menawarkan, “Kamu tak sendirian sekarang. Ada kami!”

Walaupun dikuasai ketakutan, namun aku tak mau menanggung semuanya ini sendirian. Dengan perlahan kuceritakan pada mereka pengalamanku ketika aku naik ke atas. Mereka sesekali mengangguk mendengar ceritaku dan tampak sekali bahwa mereka menanggapi ceritaku ini dengan serius. Walaupun apa yang mereka lihat dan apa yang aku alami berbeda, namun mereka mendengarkanku dengan saksama hingga kisahku berakhir. Dukungan mereka membuatku tenang, bahkan aku hampir menangis dibuatnya.

Aku mengeluarkan desahan panjang dan merasakan untuk pertama kalinya, bahwa kakiku terasa aneh. Aku melihat ke bawah dan melihat luka-luka kecil di sepanjang lutut dan kakiku. Aneh, pikirku. Aku memicingkan pandanganku dan menemukan ada potongan-potongan kecil seperti serpihan plastik menempel pada luka-luka itu. Beberapa merah, sementara yang lain berwarna putih dengan noda hitam. Aku tak mampu mengalihkan pandanganku ada benda-benda itu.

“Apa itu?” tanya Shoji. Ia mengambil satu dan mengamatinya. Tiba-tiba ia berteriak dan melemparkannya ke lantai. Takumi dan aku terkejut atas reaksinya tersebut.

“Apa ada yang salah?” tanya Takumi.

“Lihat saja itu!” serunya. “A...apa itu kuku?” ia bertanya dengan nada ketakutan. Kami bertiga membeku saat itu juga.

Meskipun rasa takut tengah mencekamku, namun aku mencoba berpikir dengan tenang. Suara yang kudengar dari balik pintu, itu adalah suara kuku yang menggaruk. Itu masuk akal. Dan suara “Krak” yang sempat kudengar saat menaiki tangga, mungkinkah itu suara kakiku menginjak kuku-kuku ini?

Apakah kuku-kuku ini berasal dari apapun yang sedang menggaruk dari balik pintu itu?

Aku pasti terluka dengan potongan-potongan kuku ini saat aku berjongkok dan memakan makanan busuk itu di lantai.

Namun itu semua tak lagi penting. Aku tak bisa tinggal di sini lagi. Aku menatap Shoji dan Takumi.

“Aku tak bisa lagi bekerja di sini.”

“Aku tahu.” kata Takumi. Aku sempat terkejut meihat reaksinya. Ternyata ia juga merasakan apa yang kurasakan.

“Aku juga berpikir sama.” Shoji juga setuju.

“Aku akan mengatakannya pada Makiko-san besok.” kataku.

“Kau akan mengatakannya, tentang kamu mengendap-endap masuk ke lantai dua?” Takumi tampak terkejut.

“Aku harus. Ia begitu baik terhadapku selama ini, dan aku harus meminta maaf.”

“Tapi apa kamu tak khawatir tentang apa reaksinya jika kita mengatakan kau naik ke sana?” Shoji tampak cemas, “Ia pasti akan sangat marah.”

“Jangan bodoh! Aku harus mengatakan yang sebenarnya padanya. Semua itu tak penting lagi. Aku hanya ingin secepatnya keluar dari tempat ini!”

“Ya.” Takumi mengangguk, “Mungkin itulah yang terbaik.”

Malam itu, kami mengepaki barang-barang kami. Kami sadar bahwa kami terdengar sangat tak bertanggung jawab menelantarkan pekerjaan kami begitu saja, namun kami sangatlah takut. Kami semua tidur berdempetan malam itu, namun tak ada satupun dari kami yang benar-benar terlelap. Kami semua terjaga hingga pagi menjelang.

Salah satu alarm kami berbunyi dan memecah keheningan pagi itu. Hanya itu satu-satunya hal normal yang terjadi pada kami.

Pagi itu, Shoji tiba-tiba meminta maaf padaku.

“Maaf.” katanya. Ia selalu menjadi teman terbaikku dan aneh rasaya mendengar ia meminta maaf kepadaku. “Semua ini salahku. Saat itu aku tahu hal aneh terjadi padamu dan aku juga tahu kau sedang ketakutan, namun aku tak datang menolongmu. Maafkan aku ...”

Air mataku mulai menetes. Aku begitu bahagia mendengar bahwa ia begitu memperhatikanku sebagai teman.

Namun ada sesuatu yang ganjil. Ia tampak lebih ketakutan dari aku. Mengapa ia begitu ketakukan? Bukankah aku yang mengalami semuanya itu? Ia dan Takumi kan hanya melihat dari bawah? Apa aku membuat mereka takut? Apa ceritaku saat aku berada di atas yang membuat mereka takut?

Semula aku berpikir Shoji hanya tertular rasa takut itu dariku. Namun ternyata ketakutan Shoji menjadi nyata.

Ia hampir melompat ketika mendengar setiap suara keras yang terdengar dari kamar kami. Melihat dari caranya menatap luka-luka di sekujur kakiku, mudah mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah dengannya.

Takumi menatap Shoji dengan cemas.

“Hei, apa kau baik-baik saja?” Takumi memegang kedua bahunya, “Apa ini gara-gara kau kurang tidur semalam?”

“Diamlah!” tiba-tiba Shoji berteriak dan segera mendorong tangan Takumi.

“Apa yang terjadi denganmu?” seruku. Takumi terlalu terkejut untuk mengatakan sesuatu.

“Apa aku baik-baik saja? Bagaimana mungkin aku baik-baik saja?” ia menatap Takumi dengan tajam saat ia mengatakannya, “Aku pikir aku dan Yuuki akan mati kemarin! Jangan bertingkah seolah-olah kau peduli pada kami! Kau bahkan tak tahu apa yang terjadi!”

Apa yang ia katakan? Aku tak mengerti. Shoji berpikir ia akan mati? Ia tak mungkin berbicara tentang hal-hal yang kualami kemarin.

Takumi dan Shoji merupakan teman dekat walaupun aku tahu Takumi punya kecenderungan untuk membuat kesal teman-temannya. Namun sejauh ini, Shoji tak pernah marah dengan Takumi. Aku juga tak pernah melihat Shoji berteriak pada Takumi seperti itu. Dan menilai dari reaksi Takumi, ini adalah kali pertama hal seperti ini terjadi. Ia terlihat sedih akibat kejadian itu.

“Kau berpikir kau akan mati?” tanyaku, “Tapi selama itu kau selalu berada di bawah tangga ...”

“Aku...aku melihat semuanya dari bawah tangga ...”

Ia terdiam selama beberapa saat. Selama ini aku mengira ia sedang melihat ke arahku saat kami berbicara, namun kemudian aku menyadarinya. Ia sedang melihat ke arah belakang punggungku.

“Dan aku masih melihatnya sekarang ...”

TO BE CONTINUED

Jumat, 09 Mei 2014

ADA VIDEO SEREM ASAL JEPANG LAGI GUYS

 

Pas iseng2 lagi nyari2 videonya Dodit Stand Up Comedy, gue nyasar ke video horor di youtube *apa hubungannya coba* Video ini lumayan lama sih untuk ukuran video2 cerita horor singkat asal Jepang, yakni sekitar 13 menit. Video ini berjudul “ The Video Website “ dan bercerita tentang seorang gadis Jepang bernama Ri-Chan yang tinggal sendirian. Suatu hari ia menemukan sebuah video aneh secara online di internet. Yang membuat ia terpaku ketakutan, kamar yang terlihat di video ini adalah kamarnya sendiri. Kalo kalian pernah melihat video2 serem yang gue share kemaren2, video yang ini nggak beda jauh kok dengan video2 terdahulu *alias dilarang keras ditonton oleh penderita penyakit jantung dan ibu hamil* Namun durasinya agak lama, jadi bersabar aja guys. Dijamin nggak akan rugi kok ngeliat video ini. Silakan dinikmati hahaha *ketawa antagonis*

 

FIRST EVER: VIDEO RIDDLE

 

Buat para readers yang nangis2 minta riddle, ini gue kasih riddle berupa video. Silakan dipecahkan untuk mengerti bagian apa yang menakutkan. Judulnya “Postpartum Depression”.

Spoiler alert: gampang banget kok riddlenya

ADMIN DIARIES: I DON’T WANT TO BE A PROFESSIONAL BLOGGER

 

Kalian pasti pernah mendengar kata “amatir” ama “profesional”? Menurut kalian apa perbedaannya? Amatir pasti merujuk ke arah “murahan” atau “berkemampuan pas2an”. Kayak semisal pas kamu liat foto2 loe hasil jepretan temen loe pake DSLR dan hasilnya jelek, loe pasti bilang,

“Ih, jelek banget sih hasil fotonya? Dasar fotografer amatir loe!!!”

Batin temennya, “Ih demi apa? Nggak nyadar tuh orang kalo itu foto selfie dia sendiri? Lagian muka loe aja yang nggak berbentuk ampe difoto pake kamera mahal tetep aja jelek ...”

Sedangkan kata profesional sebaliknya, merujuk ke “kualitas bagus”. Semisal kalian lagi di panti pijat plus2 *astaghfirullah al adzim, jangan ditiru guys!!!* terus dipijet ama cewek cakep.

“Wah, pijetannya nikmat banget siiiiih? Profesional banget sih loe mbak?” *nggak bisa liat si pemijat karena posisinya telungkup*

Eh nggak taunya mbak2 yang tadi pijet udah #kabur# dan digantiin ama ...

“Ih, demi apa? Akika dipanggil ‘mbak’ cyiiiin ... berarti eke udah diakui dong .... hiks *terharu* ...”

Reaksi pelanggannya pas noleh gara2 denger yang nyahut suara cowok, “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”

4

Kalian lebih suka yang mana, menjadi “amatir” atau “profesional”? Gue sebagai blogger laknat sih lebih memilih menjadi blogger amatir ketimbang profesional. Lho, mengapa? Marilah kita tilik bersama pengertian kedua kata tersebut menurut KBBI:

ama·tir n kegiatan yg dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah, msl orang yg bermain musik, melukis, menari, bermain tinju, sepak bola sbg kesenangan;

profesional /pro·fe·si·o·nal/ /profésional/ mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya (lawan amatir): pertandingan tinju --

Jadi perbedaan utama antara amatir dan profesional (yang jujur bikin gue shock) adalah amatir melakukannya hanya untuk kesenangan, sementara profesional melakukannya untuk satu tujuan: uang. Atau bisa dibilang untuk 3 tujuan, uang, uang, dan uang. Kalo ada yang nyebut demi 5 tujuan juga boleh: uang, uang, uang, uang, dan uang. Kalo ada yang nyebut 24 tujuan #halah capek# jadi perbedaan antara amatir dan profesional nggak ditilik dari kualitasnya. Bisa aja seorang amatir menghasilkan kualitas lebih bagus dari si profesional, ya nggak?

Parahnya mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia salah mengartikannya. Contohnya gue pernah denger komentar di salah satu infotainment ketika seorang artis senior (kala itu) tetap berakting dengan prima di sebuah sinetron walaupun saat itu dia tengah dirundung duka akibat kematian putrinya. Pembawa acara infotainment itu menyebut artis senior itu profesional dalam bekerja. Padahal jika ditilik dari artinya, berarti si artis senior itu lebih mementingkan uang ketimbang putrinya yang baru saja meninggal. Aish ... nggak banget kali ya ...

Kalo gue jadi blogger profesional, gue bakal nulis cuman buat uang. Pernah terlintas di benar admin pengen me-moneytize blog ini melalui sebuah situs iklan nasional. Memang cukup menggiurkan sih keuntungannya berdasarkan testimoni yang gue baca. Ditambah lagi traffic blog gue lumayan tinggi berkat kesetiaan fans2 aku *tampar* Namun ada dua kekurangan. Pertama kebanyakan iklan yang ditayangin adalah iklan dewasa (biasanya ada gambar dokter Boyke, if u know what i mean). Padahal gue tahu banget kebanyakan pembaca blog gue adalah anak2 usia SMP dan SMA yang masih belia, kayak gue *tendang*. Gue cemas iklan2 itu bakal membuat trauma psikis bagi jiwa2 muda mereka *dan yang lebih parah, iklannya di-klik beneran*

Kedua, katanya sih iklan2 yang ditayangin itu bakal membuat blog ane jadi berat kalo diliat lewat hape. Padahal gue juga tahu, kebanyakan penggemar aku *sikut* banyakan buka blog gue lewat android atau BB *yang dua2nya gue nggak punya, hiks*Jadi, pundi2 rupiah tuh nggak ada artinya guys dibandingin kalian *cieeee cieeee* Kecuali kalo ada yang nawarin gue jadi penyalur TKI ilegal dengan harga 10 juta per orang, baru kalian gue jualin satu2 *PLAAAK*

That is why I don’t want to be a professional blogger. I just want to be an amateur. Do you agree with that?

10 TELENOVELA NGETOP ZAMAN BAHEULA (MASIH IDUP KAGAK YA PARA PEMAINNYA)

 

050607_clasicas_marimar

Haaaah??? Telenovela? Bukannya udah punah? Sekarang kan lagi demam2nya drama Asia kayak Korea. Yup, bener banget guys. Sebelum drama Asia nge-boom banget, opera2 sabun asal Amerika Latin inilah yang mendominasi jagad pertelevisian Indonesia *buseeeet bahasanya*. Nggak terbilang banyaknya ibu2 ampe ABG2 cewek tergila2 ama cerita dan artis2 telenovela ini. Buat kalian yang dulu suka banget ama telenovela atau mungkin kalian malah belum lahir pas telenovela ini lagi meledak banget, berikut ini admin berikan ringkasan 10 telenovela paling ngetop pas zamannya.

1. Maria Mercedes

Maria-Mercedes

Semua orang pasti masih ingat telenovela yang satu ini. Coba tebak siapa pemainnya? Yap, bener banget...pemain utamanya adalah aktris cantik dan sexy, Thalia. Artis ini bisa dibilang serba bisa guys. Udah enak diliat, pintar akting, jago nyanyi lagi. Sering banget telenovela yang ia bintangin ia nyanyiin sendiri soundtracknya. Yah, mirip2 Agmon lah, cuman bedanya lebih cantikan ama sexy-an Thalia lah huahahahaha *plaaak*

Bisa dibilang ciri khas telenovela inilah yang menjadi klise sinetron2 kita:

1. Tokoh utamanya cewek miskin yang gue heran cantik banget. Kayak cerita Cinderella, cewek ini bakalan jadi cewek kaya raya di endingnya.

rosalinda03-r

*gambaran realita cewek gembel di Amerika Latin*

2. Cowoknya cakep, namanya terdiri dari dua suku kata, kaya raya, dan anehnya baik hati *padahal biasanya cowok kaya apalagi anak menteri tuh nggak ada cakep2nya, terus kalo nabrak orang nggak tanggung jawab*

3. Tokoh antagonisnya ibu si cowok yang kejam dan selalu menuduh si cewek hendak merebut harta warisan keluarga mereka.

4. Si cowok biasanya terus amnesia kalo nggak ketauan kalo dia kakak kandungnya si cewek

5. Biasanya si cewek hamil dan punya anak perempuan yang hidupnya juga terlunta2 *lumayan, bisa jadi plot sekuel kalo si anak itu tumbuh gede*

6. Ending2nya ibu si cowok jadi gila

Nah, Maria Mercedes tuh ceritanya ngikutin banget plot di atas. Ceritanya Maria adalah seorang gadis jalanan penjual lotere yang bertemu dengan seorang cowok kaya raya namun sakit2an. Agar hartanya tak jatuh ke tangan kakak iparnya yang mata duitan, cowok itu mewariskan seluruh hartanya pada Maria Mercedes ini. Setelah si cowok meninggal, kakak ipar si cowok ini *si ibu yang jahat tadi* berusaha agar harta warisan keluarganya nggak jatuh ke tangan Maria dengan cara menyuruh anaknya, Jorge Luis pura2 jatuh cinta dan menikahi Maria ini. Namun Jorge Luis malah beneran jatuh cinta ama Maria.

Yang paling gue inget banget, si Jorge Luis ini punya adik cewek yang o’on banget dan selalu menjadi kaki tangan si ibu yang jahat tadi. Uniknya banget, tokoh pemeran ibu yang jahat ini, yakni Laura Zapata *yang juga spesialis tokoh antagonis* sebenarnya kakak kandung Thalia lho. Nah, berkat kesuksesan telenovela inilah, telenovela2 lain yang diperani Thalia menjadi digemari oleh masyarakat Indonesia.

Buat yang udah kangen, berikut ini kilasan adegan Maria Mercedes ala Mengaku Backpacker yang ngaco abis.

Nyokap: “Jorge Luis!” *jreng jreng* “Ngapain kamu bermesraan ama cewek gembel ini??? Dia tuh hanya ingin merebut harta warisan keluarga kita!”

Jorge Luis: “Mamah...Maria Mercedes tuh bukan cewek gembel!”

Maria Mercedes: “Iya Tante, Maria Mercedes tuh nggak pernah berusaha ngerebut perusahaannya kakek...”

Adik yang o’on: “Eh...eh...” *bingung belain siapa*

Nyokap: “Alah...loe nggak usah sok suci deh..” *berusaha menjambak Maria Mercedes*

Jorge Luis: “Mamah...jangan Mamah...hentikan!” *nggak sengaja kedorong dan kepalanya membentur tembok* akibatnya ....

Jorge Luis: “Di...dimana aku...siapa aku?”

Cewek antagonis: “Hah, Kak Jorge Luis amnesia? Bagus ... dengan begitu gue bakal nyamar jadi kekasihnya dan seluruh harta warisan keluarganya bakal jatuh ke tangan gue huahahahaha...”

Konyolnya nih, Maria Mercedes ini kemudian dijiplak jadi sinetron Indonesia. Produser Indonesia ngejiplak cerita luar mungkin udah biasa ya *terlalu biasa malah*, tapi ini dijiplak jadi sinetron religi coba.

Leily Sagita: “KD! *jreng jreng* Jangan mencoba menggoda anak gue. Kamu hanya ingin merebut harta warisan keluarga kami kan?!”

Dicky Wahyudi: “Astaghfirullah, Ummi, jangan sudzon seperti itu dong! Jangan menyebar fitnah Mih, ini nih bulan Ramadhan. Taubat Mih, insyaf!”

Krisdayanti: “Bener Tante, KD sama sekali nggak pernah berusaha merebut perusahaannya kakek ...”

Nova Eliza: “eh..eh...” *bingung belain siapa*

Leily Sagita: “Alah nggak usah sok sinetron deh loe *padahal ini emang sinetron*” sambil bentur2in jidat KD pake mikropon.

Dicky Wahyudi: “Ummi...jangan Ummi! Istighfar Mih, istighfar! Nanti puasanya batal MIh!” tanpa sengaja kedorong dan kepalanya membentur dinding.

*karena seru, dipotong sholat Maghrib*

Dicky Wahyudi: “Lho...lho...dimana aku? Siapa aku?”

Cewek antagonis (Cut Tary): “Alhamdulilah, Kak Dicky Wahyudi amnesia ...”

2. Marimar

marimar10-r

Masih inget banget kan ama soundtracknya, “Marimar, AWWWW” yang emang membekas banget di ingatan kita. Marimar (AWWW) ini emang telenovela lain yang dibintangi ama Thalia dan cukup dikenang masyarakat Indonesia. Bercerita tentang Marimar (AWWWW) seorang cewek (lagi2 gembel) yang tinggal di gubug tepi pantai bersama kakek neneknya.

Marimar (AWWWW) jatuh cinta pada Sergio, putra pemilik perkebunan yang kaya raya. Hubungan mereka ditentang oleh Angelica, ibu tiri Sergio. Tujuannya tentu agar harta warisan keluarganya nggak jatuh ke tangan Marimar. Apalagi ditambah Angelica ini juga diam2 memendam gairah terlarang terhadap putra tirinya ini *plaaaak* Cara si ibu tiri ini nyingkirin Marimar (AWWW) ini tergolong sadis, soalnya dia membakar gubug tempat Marimar (AWWW) tinggal hingga kakek neneknya meninggal.

Namun kehidupan Marimar (AWWWW) berubah drastis ketika terungkap sebenarnya ia anak seorang yang kaya raya dan mendapat harta warisan yang seabreg. Marimar (AWWW) kemudian menjelma menjadi wanita kelas atas dan kembali untuk membalas dendam pada orang2 yang sudah menjahatinya.

Yang paling diingat dari telenovela ini pastinya guguk milik Marimar (AWWWW) bernama Pulgoso, soalnya guguknya nggak cuman unyu2, tapi juga BISA NGOMONG. Anjrit, anjing bisa ngomong cin.

Ekspresi bokap gue sambil ngeliatin gue pas lagi SD ngikutin Marimar: “Waduh kasian banget anak kita liat telenovela. Acaranya nggak mendidik, masa anjingnya bisa ngomong *kita lupakan dulu kenyataan kalo Marimar pake baju robek2*.

Nyokap gue: “Jangan2 entar anak kita mengira semua anjing itu bisa bahasa manusia. Gimana kalo anak kita ngobrol ama anjing atau minta anjing yang bisa ngomong?”

Gue noleh ama ortu gue, “Pah Mah, telenovelanya nggak masuk akal banget ... masa anjingnya bisa ngomong?”

Ortu gue: GUBRAAAAAK!!!

Buat yang pengen nostalgia lagi, beginilah sekilas adegan2 dalam telenovela Marimar (AWWWW) ini:

Marimar (AWWW): “Sergio ...”

Sergio: “Marimar (AWWWW) ...”

Angelica masuk dan memergoki Sergio dan Marimar (AWWW) lagi asyik2nya pacaran: “SERGIO! Ngapaen loe berduaan ama cewek najis ini??? Tau nggak sih, Marimar (AWWW) tuh cewek cabe2an yang sering nongkrong malem2 dan naek sepeda motor boncengan bertiga!”

Sergio: “Mamih, jangan asal fitnah deh. Marimar (AWWWW) bukan cewek cabe2an. Bahkan saat telenovela ini ditayangkan, belum ada istilah cabe2an Mih ..”

Angelica: “Mamih nggak peduli! Dia tuh hanya ingin merebut harta warisan keluarga kita! Pokoknya, cepat singkirkan cewek gembel ini dari rumah ini!” *sound effect “Jreng jreng!” *

Marimar (AWWW) nangis: “Mamih jahat banget sih...apa salah Marimar (AWWWW)? Marimar (AWWW) tuh nggak pernah berusaha ngerebut perusahaannya kakek...Lagian Marimar (AWWW) kalo naek motor boncengan  berempat kok *malah*”

Angelica: “Idih, mamih...mamih...emang gue nyokap loe? Najis hombreng punya anak kayak elo ...” *sambil nampar Marimar (AWWW)*

Sergio: “Mamih, jangan siksa Marimar (AWWW)! Mamih perlu tahu kalo sekarang Marimar (AWWWW) tengah hamil anak Sergio!”

Reaksi Angelica: “APAAAAA...HAMIL????”

Reaksi pemirsa: “APAAAA??? HAMIL????”

Reaksi guguknya Marimar yang lagi baca koran: “APAAAAA??? HAMIIIIIIL????”

*selingan iklan, soalnya pas seru*

Sehabis iklan, Angelica malah tambah murka, apalagi tadi iklannya sosis So Nice.

“PERGI DARI SINI DASAR CEWEK CABE2AN...PERGI!!!!” sambil narik Marimar (AWWW) buat dicemplungin ke sumur.

“Tidaaaak...jangan masukin Marimar (AWWW) ke dalam sumur!!! Marimar (AWWWW)....Marimar (AWWWW)....Marimar (AWWWW)....” teriak Sergio *tapi malah jadi kayak cegukan*

Reaksi Pulgoso: “Ngapaeeen nih manusia2 pada rebutan warisan nggak jelas. Nggak peduli apa kalo nilai tukar rupiah terhadap dollar di bursa saham semakin menurun dan permasalahan bangsa juga banyak yang belum terselesaikan pasca Pemilu Legislatif.” *guguknya lebih pinter dari manusia ternyata*

Oya, kalo nggak salah Marimar ini pernah diadaptasi menjadi versi Filipina yang ehm ... kepengen ngeliat nih kalo yang maen secantik ini *Pulgosonya juga keren hehehe*

marimar700to5

3. Maria Cinta yang Hilang

maria-la-del-barrio

Lagi2 dibintangi Thalia, telenovela ini bercerita tentang Maria, cewek gembel yang diadopsi keluarga de la Vega yang tajir banget. Di sana Maria jatuh cinta dengan anak laki2 dari keluarga itu yang bernama Luis Fernando namun mendapat tentangan dari Soraya, tokoh antagonis yang pastinya diingat banget kiprah jahatnya oleh para penggemar telenovela.

hqdefault

*masih inget khan*

Nah pastinya cerita ini menginspirasi Cinta Fitri soalnya seasonnya ada banyak, ampe Maria punya anak dan anaknya tumbuh gede.

4. Rosalinda

13982368

Rosalinda menceritakan seorang gadis penjual bunga bernama Rosalinda yang jatuh cinta dengan pemuda kaya bernama Fernando Jose Altamirano del Castillo *anjritttt panjang banget namanya* Sayangnya hubungan mereka ditentang ama ibu tiri Fernando Jose. Yah klise2 gitu lah ceritanya. Kalo nggak salah tokoh antagonis ceweknya tuh adiknya si Rosalinda sendiri.

5. Amigos

frontalaxs

Nah, serial ini tuh pernah booming banget pas zaman2 dulu. Masih inget khan ama telenovela khusus anak2 ini? Walaupun diperaninnya ama anak2 SD, tapi ceritanya ngikutin cerita telenovela dewasa banget, lengkap dengan intrik cinta, persahabatan, pengkhianatan, hingga perselingkuhan *buseeeeet padahal isinya anak2 SD*

Kisahnya sendiri bercerita tentang Ana dan Pedro yang bersekolah di sekolahan elite bernama Institut Vidal. Di sana mereka berhadapan dengan tokoh antagonis Renata dan Santiago. Saking meledaknya telenovela ini, ampe2 anak2 zaman dulu meniru gaya rambutnya Ana yang terurai pake bando ama Pedro yang dibelah tengah *termasuk admin hehehehe*

Readers: GUBRAAAAK

The_younger_cast_of_¡Amigos_X_Siempre!

6. Carita de Angel

carita de angel

Sama kayak Amigos, telenovela ini juga ditujukan buat anak2. Masih inget khan ama tokoh utamanya yang imut2 bernama Dulce Maria. Ceritanya seingat gue tentang Dulce Maria yang ditinggal meninggal ibunya, namun ibunya masih suka muncul di depan Dulce Maria sebagai peri. Bokapnya Dulce Maria sering banget dibuat kesel sama ulah nakalnya Dulce Maria. Yang gue inget ada tokoh Tante Rambut Palsu yang suka banget pakai rambut palsu warna ungu *prototipe Lady Gaga kali* Tapek deh ....

Selaen Dulce Maria, ada juga telenovela anak lainnya yang judulnya Maria Belen *sooundtracknya gue inget banget* Dah lupa ceritanya kayak gimana, tapi yang paling memorable adalah rambut kuncir duanya Maria Belen ini. Ampe2 ibu2 zaman dulu ampe mendandani rambut anak2 cewek mereka biar mirip Maria Belen hehehe.

mariabelc3a3c2a9m

7. Cinta Paulina

lausurpadora

Telenovela ini pernah banget booming di TPI dan bercerita tentang dua saudari kembar yang terpisah sejak bayi dan memiliki dua kepribadian yang berbeda. Paula menjadi wanita jahat yang kaya raya, sedangkan Paulina hidup miskin tapi baik hati. Paula tanpa sengaja bertemu dengan Paulina dan menyuruhnya menggantikannya sementara Paula asyik bermesraan dengan kekasih gelapnya.

Reaksi Pulgoso: “Apaaaa??? Kekasih gelap???”

Gue: “Ngapain lagi nih ANJING ikut2an!”

Ekspresi readers: “Ih admin nggak boleh dong ngata2in kasar gitu di blog ...”

Gue: “Ih, apaan orang itu anjing beneran ...”

Balik lagi ke cerita ya. Pulgoso...HALAH...maksudnya Paulina akhirnya menyamar menjadi Paula masuk ke keluarga Carlos Daniel, suami Paula. Carlos Daniel terkejut melihat perubahan Paula palsu yang semula jahat menjadi baik hati, tidak sombong, dan gemar menabung. Namun konflik mulai terjadi ketika Paula datang kembali dan berusaha memenjarakan Paulina. Dulu gue inget, saking ngetopnya telenovela ini, TPI sampai rela menerbangkan Gabriela Spanic, pemeran utamanya ke Indonesia. Oya trivia nih guys, walaupun Paula dan Paulina keduanya sama2 diperanin sama Gabriela Spanic ini *emang keren aktingnya* ternyata di dunia nyata doi sebenarnya juga punya saudara kembar lho hahaha.

8. Esmeralda

esmeraldacaratulayg6

Wah...gue ampe sekarang inget ama lagu soundtracknya Esmeralda ini. Ceritanya tentang Esmeralda yang dilahirkan buta sehingga kemudian dibuang ibunya. Tragisnya, ia justru jatuh cinta dengan Jose Armando yang diadopsi oleh keluarga kandungnya. Yang unik di telenovela ini, yang jadi tokoh antagonis justru bokapnya si cowok. Nah gitu dong, emansisapi hehehe.

9. Betty la Fea

1999-Betty

Sinetron yang pernah moncer di RCTI bisa dibilang salah satu telenovela terakhir yang ditayangkan di Indonesia, sebelum sinetron asli negeri sendiri mulai merajai layar perak *walaupun kualitasnya juga nggak sebagus telenovela sih* Ceritanya tentang Betty seorang wanita yang sangat cerdas namun nggak pernah dihargai soalnya wajahnya jelek. Ia dipekerjakan oleh pemilik perusahaan Ecomoda *inget banget tuh gara2 telenovela ini gue belajar kosakata baru ”embargo”* bernama Armando. Musuhnya adalah tunangan Armando yang cantik tapi judesnya minta ampun bernama Marcela.

Betty yang awalnya miskin pun berubah berkuasa setelah ia menjadi pemilik Ecomoda dan musuh2nya yang dulu melecehkan dia malah jadi anak buahnya. Adegan yang gue inget banget ama telenovela ini adalah adegan dimana Miss Colombia memberi wejangan pada Betty sebelum ia merubah penampilannya menjadi cantik. Gue inget banget soalnya adegannya pas sesi pemotretan bikini gitu di atas kapal hehehe *plaaak* Tapi serius gue salut ama pesan yang mau disampaikan telenovela ini kalo kecantikan emang berasal dari dalam.

10. Mi Gorda Bella

val57

Tema telenovela ini sebenarnya mirip2 ama Betty la Fea, namun agak2 dangkal sih mengadaptasinya. Soalnya isinya cewek2 berpakaian seronok dan adegan2 yang vulgar, jadinya gue nggak gitu betah ama telenovela ini. Ceritanya tentang Valentina, seorang cewek overweight yang jatuh cinta dengan Orestes dan punya musuh bernama Olympia, ibunya si Orestes. Gara2 diracun oleh Olympia, Valentina kehilangan berat badannya dengan drastis dan akhirnya kembali menjadi cewek sexy untuk membalas dendam.

Yang gue inget, ceritanya lama2 konyol soalnya Orestes menyamar menjadi seorang pencuri bertopeng bernama Lily Perak. Kayak Kid Si pencuri-nya Conan dibikin versi telenovelanya, aneh. Lagian yang jadi Valentina-nya juga gimana gitu, soalnya keliatan banget dia tuh aslinya artis kurus yang biar keliatan gemuk badannya disumpelin kardus. Idih, pake special effect canggihan dikit kek. Masa kalah ama sinteron naga2an di Indosiar?

BONUS:

Wild Rose

Nggak tahu ama kalian ya…tapi mendengar lagu ini gue merasa nostalgic banget. Soalnya gue sendiri nggak inget telenovela ini, tapi gue inget banget lagu soundtracknya sering gue denger pas gue kecil.

 

Nah, itulah guys 10 telenovela zaman baheula yang kalian mungkin masih ingat. Selain itu masih ada telenovela2 lain kayak Esperanza, Marisol (OOOWWW … nggak ding becanda hehehe), Kemelut Cinta (ceritanya 3 saudara kembar yang kepisah kayaknya, ada Maria Paula, Maria Fernanda, ama Maria Guadalupe *wadooow lho kok ingat banget???*), Gaby Hanya Kau Cintaku, Febby Si Penakluk (sumpah nggak kepengen tahu ceritanya kayak apa), Cassandra, Mariana dan Silvana, dan lain-lain (ada juga tuh di RCTI dulu yang ceritanya ada putri duyungnya, tapi lupa judulnya). Ada telenovela lainnya yang mau readers bahas? Silakan aja masukin di comment.